Kadaker Mekah Ali Machzumi, mengunjungi salah satu produsen makanan untuk jamaah haji Indonesia di Mekah, Tadco Catering, Jumat (9/5/2025). (MCH 2025)
JawaPos.com – Sabtu (10/5) menjadi hari penting dalam fase pergerakan jemaah haji Indonesia. Sebanyak 7 kloter pertama dengan total 2.864 calon jemaah haji mulai bergerak dari Madinah ke Makkah menggunakan 73 bus.
Setelah menjalani masa tinggal sembilan hari di Kota Nabi, para jemaah kini menuju Tanah Haram untuk melanjutkan rangkaian ibadah, dimulai dari umrah wajib.
Sesampainya di Makkah, para jemaah tak hanya disambut oleh petugas sektor dan penginapan yang sudah disiapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), tetapi juga oleh aroma rempah khas Indonesia yang mengepul dari dapur-dapur katering.
Salah satunya datang dari dapur milik Syarikah Taghdiah Advance Co Ltd (Tadco) Catering, yang menangani konsumsi 3.500 jemaah haji Indonesia selama di Makkah.
PPIH menugaskan Chef Azhari, warga negara Indonesia kelahiran Jambi, untuk menjadi penanggung jawab dapur di Tadco. Ia meracik menu dengan cita rasa Nusantara yang akrab di lidah jemaah, sekaligus memenuhi standar gizi dan ketahanan fisik selama menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem.
“Cita rasa khas Nusantara ini punya standarisasi. Kami para chef di 8 syarikah yang ditunjuk untuk jasa konsumsi jamaah punya cara penyajian yang seragam, sehingga jamaah haji Indonesia merasa seperti di Tanah Air,” ujar Chef Azhari saat menjelaskan proses produksi kepada Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ali Machzumi, dalam kunjungan ke dapur Tadco di Makkah, Jumat (9/5).
Menu utama yang disiapkan benar-benar mencerminkan selera khas Indonesia. Ada nasi kuning, rendang, sambal tumis, ayam goreng, sayur asam, dan nasi goreng, lengkap dengan sambal terasi dan kerupuk. Untuk menu sarapan, jemaah akan menikmati bubur ayam, mie goreng, dan lontong sayur. Tidak ketinggalan, aneka buah segar, sayur-mayur, serta makanan berkuah juga disajikan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi tubuh.
Setiap makanan disiapkan dan dikemas secara higienis. “PPIH memastikan bahan baku yang digunakan halal dan berkualitas tinggi,” jelas Ali Machzumi. Ia juga menyebut bahwa pada saat peak season (sekitar 7–15 Dzulhijjah), jemaah akan menerima kombinasi makanan fresh dan siap saji untuk menjamin distribusi tetap berjalan optimal meskipun mobilitas tinggi.
Secara total, setiap jemaah haji Indonesia akan menerima 127 kali makan selama berada di Arab Saudi. Rinciannya 84 kali makan di Makkah, 27 kali makan di Madinah, 15 kali makan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), dan 1 kali snack berat.
Distribusi konsumsi dilakukan oleh syarikah katering resmi yang dikontrak langsung oleh Kementerian Agama. Pada fase Armuzna, makanan tetap disalurkan tiga kali sehari ke tenda-tenda jemaah.
Dengan total jemaah haji reguler Indonesia sebanyak 203.320 orang, penyediaan makanan mencapai skala luar biasa. “Kemenag memproyeksikan distribusi makanan mencapai lebih dari 25 juta boks. Ini adalah angka terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia,” kata Ali.
Menariknya, bumbu-bumbu khas Indonesia yang digunakan di dapur Tadco bukan dibawa dari Tanah Air oleh chef, melainkan diproduksi oleh entitas resmi bernama BPKH Limited.
Perusahaan ini adalah anak usaha dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia, yang didirikan pada 16 Maret 2023 di Arab Saudi. BPKH Limited bertugas mendukung ekosistem haji melalui investasi langsung, termasuk mendukung kualitas konsumsi jemaah.
Dengan kehadiran dapur yang menyajikan masakan rumahan dan rasa kampung halaman, PPIH berharap semangat ibadah jemaah bisa terus terjaga. “Sajian ini bukan sekadar mengenyangkan. Ini adalah energi, rasa nyaman, dan bentuk layanan terbaik untuk tamu Allah,” tutup Chef Azhari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
