Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Agustus 2023 | 15.48 WIB

Kemenag: Pembimbing Manasik Haji Harus Paham Praktik bukan Hanya Teori

Ilustrasi jemaah haji asal Indonesia.

JawaPos.com - Direktur Bina Haji Kemenag, Ardad Hidayat mengatakan, sertifikasi pembimbing manasik haji tidak hanya diisi dengan pertemuan klasikal dan sesi pemaparan yang bersifat kognitif. Proses sertifikasi juga dikuatkan dengan praktik lapangan.
 
Tujuannya, agar para pembimbing ibadah benar-benar memahami proses manasik haji, baik aspek teori maupun praktik. Lebih dari itu, pembimbing juga memahami kondisi riil dan dinamika permasalahannya agar dapat memberikan pemahaman kepada jemaah.
 
"Sertifikasi tidak hanya teori. Peserta benar-benar diberi pemahaman praktis agar mereka bisa menjelaskan hal ihwal manasik haji secara lengkap kepada jemaah, termasuk kondisi riil dan problematika di Makkah dan Madinah," kata Arsad, Jumat (18/8).
 
 
Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji ini diikuti 100 ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah. Giat yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berlangsung di Bandung, pada 14-18 Agustus 2023.
 
Kasubdit Bimbingan Jemaah Khalilurrahman menjelaskan, sertifikasi berlangsung lima hari. Setelah tiga hari berlangsung secara klasikal, peserta sertifikasi pembimbing manasik haji profesional melakukan praktik lapangan.
 
 
"100 peserta sertifikasi pembimbing haji profesional ini melakukan praktik manasik haji di Masjid Al Jabar Bandung," jelasnya.
 
Ketua Panitia Manasik, Arif Rahman, menjelaskan, peserta diberangkatkan dari hotel pada pukul 04.00 WIB menuju Masjid Al Jabar. Mereka diharuskan memakai ihram secara sempurna. Setelah Salat Subuh, mereka masuk ke Galeri Rasulullah yang ada di lantai dasar Masjid Al Jabar untuk menyaksikan prolog perjuangan Rasulullah beserta miniatur lokasi tempat rasulullah melakukan syiar islam.
 
 
Sekitar pukul 07.00 WIB, para perta mendengarkan paparan skenario pelaksanaan manasik yang disampaikan Adam Anhari. Setelah itu, layaknya jemaah haji, peserta sertifikasi membentuk struktur kloter dengan mengelompokkan peserta per regu dan per rombongan, dan masing-masing diketuai oleh Ketua Ragu atau Ketua Rombongan.
 
"Selain materi teoritik, peserta sertifikasi juga dibekali dengan praktik dan gladi posko. Hal ini dimaksudkan agar peserta bisa memahami kondisi ril lapangan dengan segala problematikanya," tandas Arif.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore