Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23.04 WIB

MSCI Berencana Ubah Status Pasar Saham RI, Wamen Drajad Minta Investor Tak Panik

Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo dorong investor domestik tetap tenang dan analisis mandiri setelah penurunan klasifikasi MSCI. - Image

Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo dorong investor domestik tetap tenang dan analisis mandiri setelah penurunan klasifikasi MSCI.

JawaPos.com - Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo, meminta investor dalam negeri tidak panik dalam menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sebagaimana diketahui, MSCI berencana akan menurunkan posisi pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone).

Drajad mengakui, MSCI memiliki reputasi tinggi dalam industri keuangan global sehingga penilaian lembaga tersebut perlu diperhatikan. Namun, dia mengingatkan investor agar tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian MSCI dalam mengambil keputusan investasi.

“Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman investor domestik, ini tolong lakukan sendiri, hitung-hitungannya sendiri, bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, ini iya, bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan,” ujar Drajad saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10).

Drajad mengatakan, rencana perubahan klasifikasi tersebut tetap harus menjadi perhatian pemerintah dan pelaku pasar untuk mempercepat reformasi pasar modal, terutama dalam memperbaiki tata kelola.

Meski demikian, investor domestik diminta tetap melakukan analisis secara mandiri dengan mempertimbangkan kondisi fundamental emiten dan perkembangan ekonomi nasional.

"Jadi yang ingin saya sampaikan ke teman-teman, betul apa yang dilakukan MSCI ini kita harus melakukan reformasi di pasar modal kita, tata kelola harus kita perbaiki, tapi tolong teman-teman investor hitung sendiri. Anda lebih tahu mengenai pasar modal kita," jelasnya.

Drajad mencontohkan, indikator konsumsi domestik dapat menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menilai prospek emiten di sektor barang konsumsi.

Dia menyebut, pendapatan emiten konsumer pada kuartal III diperkirakan meningkat hampir 6 persen, tepatnya sekitar 5,9 persen. Menurutnya, proyeksi tersebut dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan aktivitas konsumsi masyarakat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore