Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 22.31 WIB

Menko Airlangga Pertanyakan Keputusan MSCI Padahal Baru Bertemu di Bangkok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah mempertanyakan keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta investor membedakan sentimen pasar, kondisi fundamental, dan penilaian lembaga pemeringkat.

Ia berharap, investor dapat memahami perbedaan faktor-faktor yang memengaruhi penilaian terhadap pasar modal Indonesia.

“Kenapa rating agency yang lain tidak mempersoalkan hal ini, dan kenapa MSCI secara sistematik selalu membuka atau membuat deadline apalagi kemarin yang ketemu di Bangkok kan pimpinannya bukan analisnya,” ujar Airlangga kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10).

Ia juga mempertanyakan waktu pengumuman rencana perubahan klasifikasi tersebut. Menurut Airlangga, MSCI sebelumnya telah menggelar pertemuan di Bangkok, Thailand, dengan pihak yang disebutnya sebagai pimpinan lembaga tersebut, bukan sekadar analis.

Airlangga menilai, persoalan perubahan klasifikasi itu semestinya dapat dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Terlebih, pertemuan di Thailand baru berlangsung sekitar sepekan sebelum pengumuman MSCI.

"Apalagi kemarin yang ketemu di Bangkok kan pimpinannya, bukan analisnya. Ya namanya MSCI tanya-tanya MSCI langkahnya. Apalagi kenapa udah ketemu di Thailand kemarin enggak bicara pasal ini?" ucapnya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah akan mencermati perkembangan tersebut dan tidak ingin berprasangka buruk terhadap langkah MSCI.

"Ya tentu kita lihat aja, tapi kita tidak boleh suudzon," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore