Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 19.36 WIB

Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, APBN Masih Defisit Rp 240,1 Triliun

Menkeu Suahasil Nazara. (BPMI Setpres) - Image

Menkeu Suahasil Nazara. (BPMI Setpres)

JawaPos.com - Pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tumbuh tumbuh 25,4 persen. Namun, pertumbuhan pendapatan negara tetap saja membuat terjadinya defisit APBN yang mencapai Rp 240,1 triliun. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, defisit APBN sampai dengan 31 Agustus mencapai Rp 240,1 triliun. “Itu adalah 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (18/9).

Defisit APBN terjadi ketika belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Padahal dari sisi pendapatan, penerimaan negara tercatat sebesar Rp 2.955,69 triliun atau tumbuh 25,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). 

Pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan penerimaan hibah.

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 1.619,2 triliun atau tumbuh 21,7 persen yoy. Angka tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.409,0 triliun yang tumbuh 24,1 persen yoy, serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen yoy.

Kemudian, PNBP mencapai Rp 435,1 triliun atau tumbuh 41,7 persen yoy. Sementara penerimaan hibah tercatat sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh 21,6 persen yoy.

Di sisi belanja, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2.295,7 triliun hingga 31 Agustus 2026. Realisasi tersebut tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.791,5 triliun atau tumbuh 29,0 persen yoy. Belanja pemerintah pusat tersebut terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 912,4 triliun atau naik 33,0 persen yoy. Sementara belanja non-K/L mencapai Rp 879,1 triliun atau tumbuh 25,1 persen yoy.

Selain itu, pemerintah telah menyalurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 504,3 triliun. Realisasi tersebut turun 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore