Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 14.11 WIB

Reshuffle Menkeu Bayangi Rupiah, Pengamat Highlight Anggaran MBG

Gambar utama - Image

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Selasa (15/9), setelah sebelummya ditutup melemah 58 poin menjadi Rp 17.669 per dollar AS pada perdagangan Senin (14/9).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar dalam dan luar negeri.

"Untuk perdagangan (14/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.660 - Rp 17.710,” ujar Ibrahim pesan suara yang diterima, Selasa (15/9).

Ibrahim salah satu sentimen utama yang berpotensi menekan rupiah adalah pergantian Menteri Keuangan secara mendadak. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar, khususnya investor asing, terhadap kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.

Ibrahim menilai, reshuffle di Kementerian Keuangan berpotensi memberikan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan.

"Reshuffle ini terjadi secara mendadak, ini pasti berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Kalau mengatakan bahwa IHSG sekarang ditutup sedikit lebih bagus, pelemahannya, karena penutupan bisa saja besok dalam pembukaan pasar pagi kemungkinan besar akan mengalami pelemahan bersamaan dengan mata uang rupiah," jelasnya.

Dia menuturkan, faktor pemicu utama dari kondisi tersebut adalah meningkatnya ketidakpastian fiskal. Pergantian Menteri Keuangan secara tiba-tiba dapat membuat pasar mempertanyakan arah kebijakan anggaran pemerintah ke depan.

"Kita lihat bahwa pergantian Menteri Keuangan secara mendadak dari Purbaya Yudhi Sadewa memicu kekhawatiran pelaku pasar dan investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan," katanya.

Ibrahim mengatakan, sebelumnya terdapat sejumlah perubahan dalam kebijakan fiskal yang dilakukan Purbaya. Salah satunya terkait proyeksi defisit anggaran pada semester II 2026. Dia menyebut proyeksi defisit anggaran mengalami perubahan dari 2,68 persen menjadi 2,86 persen.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore