
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan paparan saat dialog bersama pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kinerja sektor industri jasa keuangan tetap solid dan berkelanjutan sepanjang 2026, meski dihadapkan pada berbagai tantangan global dan domestik. Optimisme tersebut tercermin dari outlook pertumbuhan di hampir seluruh lini sektor keuangan, mulai dari perbankan, asuransi, dana pensiun, pembiayaan, hingga pasar modal.
Pejabat sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa kebijakan yang ditempuh regulator saat ini dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
"Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, dan juga kebijakan yang kita ambil saat ini, maka kami optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di tahun 2026," kata Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Kamis (5/2) malam.
Untuk sektor perbankan, OJK memperkirakan kredit akan tumbuh di kisaran 10–12 persen, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7–9 persen. Angka ini mencerminkan keyakinan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal seiring pemulihan aktivitas ekonomi.
Di sektor non-bank, prospek juga dinilai positif. Aset program asuransi diproyeksikan tumbuh 5–7 persen, sementara aset dana pensiun diperkirakan meningkat 10–12 persen.
Lebih tinggi lagi, aset program penjaminan diperkirakan tumbuh 14–16 persen, seiring meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di sektor usaha dan keuangan. Untuk perusahaan pembiayaan, OJK memproyeksikan utang pembiayaan akan tumbuh 6–8 persen, mencerminkan permintaan pembiayaan yang masih terjaga, terutama dari sektor ritel dan produktif.
Sementara itu di pasar modal, OJK menargetkan penghimpunan dana mencapai Rp 250 triliun pada 2026. Selanjutnya, OJK melihat perkembangan pesat di ekosistem digital keuangan. "Total permintaan skor kredit berbasis innovative credit scoring diperkirakan mencapai 200 juta permintaan, sementara nilai transaksi melalui agregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp 27 triliun," jelasnya.
Dalam paparannya, Friderica juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan. Sehingga seluruh outlook yang telah ditetapkan OJK ini bisa terus berkontribusi terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekononi nasional.
“Tentu kita semua mengharapkan sinergi dan kolaborasi dari Bapak-Ibu semua untuk memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026, serta bersama-sama mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
