Ilustrasi uang rupiah. (Pixabay)
JawaPos.com – Nilai tukar rupiah tertekan dan nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (20/1). Rupiah dibuka melemah 30 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 16.985 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 16.955.
Pelemahan ini memicu spekulasi pasar, termasuk dikaitkan dengan dinamika internal Bank Indonesia (BI), seiring mencuatnya nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur BI.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak berkaitan dengan isu tersebut.
Menurut Purbaya, pergerakan rupiah sepenuhnya ditentukan oleh fundamental ekonomi nasional yang hingga kini tetap solid.
“Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan IHSG all time high di 9.133,” ujar Purbaya kepada awak media, dikutip Selasa (20/1).
Ia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level tertinggi sepanjang sejarah mencerminkan kuatnya kepercayaan investor, termasuk aliran modal asing yang terus masuk ke pasar domestik.
“Kalau indeks naik ke situ, pasti ada flow asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin sentimen domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level seperti itu,” tegasnya.
Dengan derasnya aliran modal asing tersebut, Purbaya optimistis suplai dolar AS di dalam negeri akan meningkat dan pada akhirnya menopang penguatan rupiah.
“Jadi tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga. Karena suplai dolar akan bertambah,” lanjutnya.
Di sisi lain, Purbaya menyebut bahwa pelemahan rupiah saat ini sebagian dipicu oleh faktor spekulasi pasar. Terutama terkait kekhawatiran independensi BI menyusul masuknya nama Thomas Djiwandono yang merupakan Wakil Menteri Keuangan dalam bursa calon Deputi Gubernur.
Padahal ia memastikan bahwa masuknya nama Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu dalam bursa Deputi Gubernur BI tak akan menggoyangkan independensi dari BI itu sendiri.
“Jadi ini mungkin sebagian spekulasi. Ketika Thomas akan ke sana, orang spekulasi, wah independensinya hilang. Saya pikir nggak akan begitu,” ungkapnya.
Namun, ia meyakini sentimen tersebut hanya bersifat sementara dan akan segera terkoreksi oleh pasar. “Nanti kalau begitu insaf juga, langsung menguat lagi rupiah,” tambahnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
