
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintah menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS).
Purbaya mengaku kesal terhadap pihak-pihak yang melontarkan kritik tersebut. Menurutnya, tudingan itu tidak berdasar dan mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan negara.
“Yang kritik kebijakan fiskal kita aneh, dia tidak mengerti apa yang kita kerjakan. Saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (6/5).
Dia menegaskan, pemerintah justru berhasil menjaga kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat di tengah tekanan global. Pengelolaan fiskal dilakukan secara hati-hati dan terukur untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah optimalisasi pengelolaan kas negara, termasuk pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di sektor perbankan guna meningkatkan likuiditas dan mempercepat perputaran ekonomi.
“Kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? Karena kita mengelola uang lebih baik. Bukan sekadar memindahkan kas, tapi memastikan uang itu berputar dan berdampak ke ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut kebijakan pemerintah di bawah arahan Presiden mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa harus menambah pengeluaran anggaran.
“Artinya, pemerintah bisa menumbuhkan ekonomi lebih cepat tanpa pengeluaran tambahan. Uangnya masih utuh, itu sebenarnya luar biasa,” tukasnya.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Senin (19/1) sore ini. Mata uang Garuda ditutup melemah seiring meningkatnya sentimen negatif global, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa, serta kekhawatiran domestik terkait kondisi fiskal Indonesia.
Pada perdagangan Senin (19/1) sore ini, rupiah ditutup melemah 68 poin ke level Rp 16.955 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat tertekan hingga 75 poin. Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.896 per dolar AS.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
