Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 06.24 WIB

Bidik Investor Tiongkok, Pemerintah Siapkan Panda Bond Guna Redam Tekanan Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemerintah terus mematangkan rencana penerbitan surat utang global dalam mata uang Renminbi (RMB) di pasar Tiongkok dengan nama Panda Bond. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi pembiayaan sekaligus meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penerbitan Panda Bond bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pendanaan berbasis dolar Amerika Serikat (AS).

“Tujuan penerbitan Panda Bond adalah agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan dalam bentuk dolar AS,” ujarnya dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Purbaya, gejolak global kerap memengaruhi dolar AS sehingga berdampak langsung terhadap rupiah. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah berupaya memperluas sumber pembiayaan dengan masuk ke pasar keuangan China yang dinilai memiliki potensi besar.

Selain memperkuat stabilitas rupiah, Panda Bond juga menawarkan biaya pendanaan yang relatif lebih murah. Purbaya menyebut imbal hasil (yield) yang ditawarkan berada di kisaran 2,3–2,5 persen, lebih rendah dibandingkan obligasi dalam dolar AS maupun mata uang lainnya.

“Dengan yield sekitar 2,3 persen saja, permintaan sudah sangat besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan bahwa pemerintah pun telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah lembaga keuangan di China, termasuk Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) yang siap mendukung proses penerbitan tersebut.

Bahkan, tingginya minat investor di Tiongkok dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas basis investor global. Adapun menariknya, Purbaya menyebut investor di China memiliki karakteristik berbeda.

Mereka, menurut Bendahara Negara dinilai lebih mengandalkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia ketimbang semata-mata mengacu pada peringkat kredit.

“Mereka percaya kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik, sehingga tidak terlalu bergantung pada rating,” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan, pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond dapat dilakukan dalam waktu dekat. Purbaya bahkan berencana melakukan kunjungan ke Tiongkok bersama jajaran Kementerian Keuangan untuk mematangkan persiapan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore