Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 18.16 WIB

Usai Demo 28 Agustus, IHSG Anjlok ke Level 7.796 dan Nilai Tukar Rupiah Melemah Rp 16.354 Per Dolar AS

Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia melemah ke zona merah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok ke level 7.796 pada pukul 10.11 WIB, turun 155,3 poin atau 1,95 persen.

Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 24.158 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8.757 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 1.089.658 kali.

Pada awal perdagangan sesi sebanyak 102 saham tercatat menguat 618 saham melemah, dan 76 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Jumat melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp 16.354 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp 16.353 per dolar AS.

Merespons pelemahan IHSG dan rupiah tersebut, Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan IHSG dan rupiah yang terjadi hari ini sebagai dampak dari persoalan asing dan domestik. Di mana secara domestik dipicu oleh aksi demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Bahkan, demo semakin memanas ketika terjadi insiden di mana oknum-oknum Brimob menabrak dengan sengaja pengemudi ojek online.

"Ini yang membuat sedikit memanas pasar baik rupiah maupun indeks harga saham gabungan, yang kita tahu bahwa kejadian tadi malam ini benar-benar membuat masyarakat, kemudian mahasiswa dan pelajar ini memanas dan tensi politik pun ikut memanas," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (29/8).

Terlebih, ia juga menilai tensi politik yang memanas juga dipicu oleh pemerintah yang akan memberikan tunjangan bagi DPR untuk perumahan hingga mantan aktivis 1998 yang menjadi pejabat negara melakukan korupsi.

"Bahwa carut-marut ini yang membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia. Ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam," lanjutnya.

Di sisi lain, sentimen asing dipengaruhi oleh Presiden AS Donald Trump yang melakukan intervensi terhadap Bank Sentral. Bahkan, Trump telah melakukan pemecatan terhadap Tina Chok.

Ibrahim menilai, kondisi perpolitikan di atas membuat pasar di AS kembali mencari aset-aset yang aman atau safe haven. Di sisi lain, salah satu pejabat Gubernur Bank Sentral Amerika Christopher Waller menyampaikan dukungan penurunan suku bunga pada pertemuan di bulan September.

"Bahkan prosentasi secara ini riset bahwa 82 persen para ekonom itu setuju tentang penurunan suku bunga di bulan September," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore