
Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam diskusi Kupas Tuntas APBN 2026 di kantor Kantor Pusat DJP, Kamis (9/10). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah mengklaim kebijakan pemindahan dana kas negara dari Bank Indonesia (BI) ke sektor perbankan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya mendukung likuiditas, tapi juga ekspansi kredit perbankan.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyampaikan, kebijakan tersebut mendapat respons positif dari pelaku industri perbankan. Dana yang ditempatkan pemerintah tidak hanya memberikan tambahan likuiditas bagi perbankan. Tapi juga menjadi sumber pendanaan yang lebih murah dibandingkan biaya dana (cost of fund) yang biasa bank tanggung.
"Kita memberikan bunganya sama dengan remunerasi yang ada di BI, yakni sebesar 80 persen (80,476 persen) dari suku bunga acuan (BI rate). Mengacu pada BI rate saat ini, sekitar 3,8 persen. Itu tentunya lebih murah dibandingkan cost of fund perbankan. Sehingga ini perkembangannya cukup menarik," ucap di kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Kamis (9/10).
Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah menunjukkan ketertarikannya untuk mendapatkan penempatan dana tersebut. Di antaranya PT Bank DKI (Bank Jakarta), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), dan yang terbaru, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB).
"Bank Jatim sudah menyampaikan langsung kepada Pak Menteri, Bank DKI juga sudah, dan saya dengar Bank BJB juga tertarik. Ini berarti kebijakannya bagus, karena bankir-bankir ini ingin menggunakan dana itu untuk menyalurkan kredit," ujar Febrio.
Permintaan ini, lanjut dia, menunjukkan ketertarikan para bankir untuk menggunakan dana pihak ketiga (DPK) dari kas negara untuk menyalurkan kredit. Pemerintah menyambut positif jika dana yang ditempatkan di perbankan bisa langsung disalurkan ke sektor riil. Dengan demikian, diharapkan ada tambahan dorongan (delta) terhadap pertumbuhan kredit nasional.
"Jadi, kalau tadinya pertumbuhan kredit 7 persen, dengan tambahan ini bisa lebih tinggi. Bahkan bisa digunakan untuk sektor riil," jelasnya.
Kemenkeu akan terus mengevaluasi permintaan dari perbankan. Serta menyesuaikan alokasi dana sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas penyalurannya ke sektor produktif. "Ini bukan hanya masalah likuiditasnya, tapi murah. Sehingga mereka (bank) juga senang. Bagi pemerintah, kalau kita taruh (dana) di perbankan, malah bisa langsung diputar (untuk menyalurkan kredit). Kita lebih senang," ucap Febrio.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
