
NILAI LEBIH: Wasinah dan Rustinah diajak pelanggan Uma Oma Cafe berfoto bareng. Dua karyawan lansia tersebut sering jadi teman ngobrol dan tempat curhat pelanggan. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
SENYUM merekah dari Rustinah, 82, ketika bertugas di Uma Oma Cafe, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sore itu. ”Bagaimana kabarnya hari ini? Jangan bekerja berlebihan. Tetap istirahat dan kalau kangen Oma bisa ke sini,” ujarnya kepada salah seorang pengunjung kafe yang kemudian memeluknya.
Memperlakukan konsumen bak keluarga sendiri merupakan salah satu kelebihan karyawan lansia. Nilai lebih itu yang lantas membuatnya menjadi tempat curhat. Barangkali banyak yang teringat nenek di kampung halaman. ”Iya, jadi nambah anak dan cucu,” ujarnya, lantas tertawa.
Kemampuan Rustinah itu melebihi karyawan lainnya. Ada sekat kekakuan yang bisa ditembus para lansia berpengalaman. Hal itu menjadi pertimbangan penting untuk semakin membuka peluang kerja bagi lansia. Bahkan, pembatasan usia kerja perlu kembali direnungkan. ”Bagi saya bekerja di Uma Oma Cafe sebuah penyemangat,” ujarnya.
Tidak ada kata lelah. Kendati memang fisik perlu dijaga. Dia mengakui sebagai lansia justru lebih baik bekerja. Karena banyak lansia justru kesepian di rumahnya. ”Seperti saya, anak dan cucu sudah tinggal dengan keluarga masing-masing,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan Wasinah, 78, yang memiliki pengalaman puluhan tahun bekerja di restoran. Bekerja kembali di restoran memberikan makna istimewa untuknya. ”Saya memang sangat suka bekerja, bertemu orang baru dan melayani,” ujarnya.
Tidak hanya pengalaman bekerja di restoran, nenek dari 25 cucu dan 7 cicit itu juga mengerahkan pengalamannya sendiri dalam berjualan. ”Saya bekerja seperti jualan punya sendiri. Semua harus dengan hati,” tuturnya.
Menurutnya, penting bagi lansia untuk bekerja. Tidak sekadar untuk beraktivitas, namun juga menuangkan keterampilan yang dimiliki untuk membantu kesuksesan sebuah usaha. ”Jadi, tolong berikan peluang pada para lansia,” ujarnya.
Fenomena lansia bekerja disambut respons positif dari para pengunjung. Mereka intens datang untuk memberikan dukungan sekaligus membangun interaksi yang lekat dengan para karyawan lansia. (idr/c17/nor)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
