
Ilustrasi sekelompok lansia sedang melakukan aktivitas fisik ringan seperti yoga di taman dengan senyum ceria. (Freepik)
Jawapos.com - Menjaga kestabilan tekanan darah di usia senja membutuhkan pengawasan yang intensif karena gejalanya sering kali samar dan menyerupai kelelahan fisik biasa.
Pengenalan dini terhadap perubahan kondisi tubuh menjadi kunci utama bagi lansia untuk menghindari serangan fatal yang mengancam jiwa.
Melansir dari Ensure Abbott Indonesia, Charitas Hospital, dan OnemedStore, berikut adalah sembilan tanda hipertensi pada lansia yang paling sering diabaikan dan wajib diwaspadai:
Sakit Kepala di Bagian Belakang Saat Bangun Tidur:
Lansia kerap mengeluhkan rasa kaku dan nyeri mencengkeram di area belakang kepala saat membuka mata di pagi hari. Hal ini dipicu oleh lonjakan tekanan darah alami tubuh secara sirkadian saat masa transisi dari tidur menuju fase aktif bergerak kembali.
Pusing atau Rasa Melayang yang Membahayakan:
Sensasi kliyengan, limbung, atau seolah-olah ruangan berputar merupakan dampak langsung dari terganggunya regulasi aliran darah ke pusat keseimbangan. Kondisi ini sangat fatal bagi lansia karena bisa memicu insiden jatuh yang berujung pada fraktur tulang pinggul.
Sesak Napas dan Mudah Ngos-ngosan:
Rasa pengap atau nafas yang memburu saat lansia melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan ke kamar mandi, menandakan adanya hambatan sirkulasi. Jantung dipaksa memompa darah melawan tekanan pembuluh darah perifer yang sangat tinggi dan kaku.
Baca Juga:Bisa Bikin Lumpuh Mendadak, Ini 10 Langkah Mencegah Osteoporosis pada Lansia Sebelum Tulang Keropos!
Pandangan Mata Kabur atau Buram Tiba-tiba:
Tingginya tekanan sirkulasi darah yang kronis dapat merusak struktur pembuluh darah kapiler yang menyuplai retina mata. Kerusakan ini memicu gangguan penglihatan mendadak dan membutuhkan pemeriksaan tekanan darah sesegera mungkin ke poskesdes.
Nyeri Dada dan Detak Jantung Tidak Teratur:
Beban kerja jantung yang melebihi ambang batas normal akibat hipertensi memicu kontraksi otot jantung yang tidak sinkron atau aritmia. Sensasi dada terasa tertekan, ampek, atau berdebar kencang menjadi sinyal adanya iskemia jaringan otot jantung.
Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas:
Rasa lesu dan kehabisan energi yang persisten terjadi karena jantung harus terus berjuang ekstra keras mengalirkan darah ke seluruh tubuh tanpa henti. Akibatnya, pasokan energi ke jaringan otot skeletal menjadi tidak optimal dan lansia lemas.
Sulit Berkonsentrasi dan Mudah Marah:
Penurunan perfusi sirkulasi darah ke jaringan otak akibat hipertensi mengganggu fungsi kognitif dan kestabilan emosi lansia. Hal ini bermanifestasi pada penurunan daya ingat jangka pendek, sulit fokus, serta perubahan emosi yang menjadi lebih sensitif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
