Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 16.53 WIB

Sering Nyeri Kepala di Pagi Hari? Waspadai 9 Gejala Hipertensi pada Lansia Ini Sebelum Terlambat!

Ilustrasi sekelompok lansia sedang melakukan aktivitas fisik ringan seperti yoga di taman dengan senyum ceria. (Freepik) - Image

Ilustrasi sekelompok lansia sedang melakukan aktivitas fisik ringan seperti yoga di taman dengan senyum ceria. (Freepik)

Jawapos.com - Menjaga kestabilan tekanan darah di usia senja membutuhkan pengawasan yang intensif karena gejalanya sering kali samar dan menyerupai kelelahan fisik biasa.

Pengenalan dini terhadap perubahan kondisi tubuh menjadi kunci utama bagi lansia untuk menghindari serangan fatal yang mengancam jiwa.

Melansir dari Ensure Abbott Indonesia, Charitas Hospital, dan OnemedStore, berikut adalah sembilan tanda hipertensi pada lansia yang paling sering diabaikan dan wajib diwaspadai:

Lansia kerap mengeluhkan rasa kaku dan nyeri mencengkeram di area belakang kepala saat membuka mata di pagi hari. Hal ini dipicu oleh lonjakan tekanan darah alami tubuh secara sirkadian saat masa transisi dari tidur menuju fase aktif bergerak kembali.

Sensasi kliyengan, limbung, atau seolah-olah ruangan berputar merupakan dampak langsung dari terganggunya regulasi aliran darah ke pusat keseimbangan. Kondisi ini sangat fatal bagi lansia karena bisa memicu insiden jatuh yang berujung pada fraktur tulang pinggul.

Rasa pengap atau nafas yang memburu saat lansia melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan ke kamar mandi, menandakan adanya hambatan sirkulasi. Jantung dipaksa memompa darah melawan tekanan pembuluh darah perifer yang sangat tinggi dan kaku.

Tingginya tekanan sirkulasi darah yang kronis dapat merusak struktur pembuluh darah kapiler yang menyuplai retina mata. Kerusakan ini memicu gangguan penglihatan mendadak dan membutuhkan pemeriksaan tekanan darah sesegera mungkin ke poskesdes.

Beban kerja jantung yang melebihi ambang batas normal akibat hipertensi memicu kontraksi otot jantung yang tidak sinkron atau aritmia. Sensasi dada terasa tertekan, ampek, atau berdebar kencang menjadi sinyal adanya iskemia jaringan otot jantung.

Rasa lesu dan kehabisan energi yang persisten terjadi karena jantung harus terus berjuang ekstra keras mengalirkan darah ke seluruh tubuh tanpa henti. Akibatnya, pasokan energi ke jaringan otot skeletal menjadi tidak optimal dan lansia lemas.

Penurunan perfusi sirkulasi darah ke jaringan otak akibat hipertensi mengganggu fungsi kognitif dan kestabilan emosi lansia. Hal ini bermanifestasi pada penurunan daya ingat jangka pendek, sulit fokus, serta perubahan emosi yang menjadi lebih sensitif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore