
GANDRUNG FLORA: Dari kiri, Anugrah Bimo, Hadrian Yonata, Akhmad Dany Ardavie, dan Evan Yonatan menunjukkan koleksi tanaman karnivora yang mereka temukan di alam liar. (RETNO DYAH AGUSTINA/JAWA POS)
Tanaman karnivora punya keunikan yang menarik bagi penggemarnya. Merawatnya juga penuh tantangan. Apalagi proses pencariannya. Mereka harus menyusuri beberapa daerah yang tak biasa.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
BEBERAPA pot kecil, kantong plastik, serokan, pisau, dan gunting. Itu hanya sebagian bekal yang harus dibawa sebelum hunting tanaman karnivora. Semua peralatan tersebut dimasukkan Anugrah Bimo Prakoso ke dalam tasnya. Dia juga membawa kamera dan TDS meter. Belum lagi, kebutuhan pribadinya. Mulai snack, baju ganti, hingga jaket.
Maklum, medan pencarian tanaman karnivora memang agak unik. Lokasinya bukan lapangan luas atau hutan-hutan biasa. Medannya menantang dan bukan jaminan menemukan apa yang dicari. Misalnya, Bimo dan kawan-kawannya pernah menuju sungai di Bangkalan untuk mencari tanaman karnivora yang hidup di air. ”Kalau sudah gitu, ya berenang nyebur bareng meski akhirnya hanya nemu ikan,” ucapnya, kemudian tertawa.
Pencarian yang gagal sebenarnya tak hanya sekali dua kali dialami. Bimo juga pernah dekat sekali dengan titik impiannya. Yaitu, di balik aliran air terjun Tumpak Sewu. Konon, di balik air terjun itu banyak sekali kantong semar. ”Tapi, kondisi air terjun kan kencang sekali, jadi berhenti dan belum bisa coba ke sana lagi,” kenangnya dengan raut kecewa.
Kawasan hutan di Lumajang dan Gunung Ijen juga pernah dikunjungi Bimo dan kawan-kawan. Jangan dikira tanaman karnivora tampak mencolok di kawasan seperti itu. Kalau sudah di habitat asli, mereka harus melongok ke semak-semak. ”Bayangkan, jenis drosera burmanii itu ada yang ukuran daunnya 0,5−1 milimeter!” ucap Hadrian Yonata, salah seorang kawan Bimo.
Tanaman karnivora memang suka sekali dengan kondisi lembap dan basah. Jadi, para pemburu sudah memperkirakan kondisi licin. Hal itulah yang membuat pencarian tanaman karnivora terbilang berat. ”Mereka kalau musim hujan itu baru mekar-mekarnya. Kalau kita datang saat kemarau, enggak akan ketemu apa-apa,” sahut Akhmad Dany Ardavie.
Padahal, datang ke hutan, rawa, atau air terjun saat musim hujan berarti cari perkara. Maka, saat yang paling aman untuk hunting adalah musim peralihan hujan menuju kemarau.
Saat menemukan tanaman karnivora di habitatnya, mereka tak boleh asal cabut. Hal pertama yang dilakukan adalah memfoto kondisi asli tanaman dan gambaran habitat asli. Itu menjadi acuan selanjutnya untuk membuat tanaman nyaman setelah dibawa pulang. Kemudian, mereka akan mencari sumber air terdekat. Air dari danau atau sungai terdekat tersebut diukur dengan TDS meter. ”Kalau ukurannya di bawah 100 ppm, itu berarti mineralnya rendah sekali untuk tanaman,” jelas Ian, sapaan Hadrian.
Baca Juga: Usaha Bangkit, Bisa Nabung, bahkan Sedekah
Mencari tanaman karnivora memang tak selalu berhasil dengan membawanya pulang. Kalau kondisi asal tak bisa ditiru di rumah, mereka tak akan tega membawa pulang si tanaman dan mengabadikan lewat kamera saja. Membawanya sama saja dengan membunuhnya pelan-pelan.
Membawa pulang tanaman karnivora berarti harus membuat kondisi yang nyaman bagi tanaman tersebut. Evan Yonatan Darmono termasuk yang jatuh bangun untuk menghasilkan kondisi optimal bagi tanaman karnivora miliknya. ”Antara suhu, kelembapan, kecukupan air, dan matahari. Dulu mati terus, rasanya penasaran,” ungkapnya. Tak jarang, mereka harus menambah beberapa alat di rumah. Misalnya, sprinkler dan humidifier untuk menjaga kelembapan. Evan juga harus mencari bagian rumah yang selalu terpapar sinar matahari.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=QunKvMxEWhA
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
