PRESTASI INTERNASIONAL: Tim SMAN 2 Surabaya yang berhasil menggondol medali emas dan special award di ajang Japan Design, Idea & Invention Expo 2023 di Tokyo, Jepang.
Sistem kerja karya lima siswa SMAN 2 Surabaya ini memonitor kebiasaan warga sepuh dan setelahnya akan memberikan notifikasi kepada anggota keluarga lain jika di jam tertentu dia tidak di tempat semestinya. Mayoritas lawan dari perguruan tinggi dan inovasi mereka harus bersaing di antara 350 karya dari 25 negara.
LAILATUL FITRIANI, Surabaya
---
INOVASI itu tercetus melihat banyaknya lansia yang terpaksa tinggal sendirian di rumah. Jauh dari keluarga atau sang anak harus bekerja di luar. Jadi, tidak bisa 24 jam menemani di rumah.
”Sementara kalau diberi asisten rumah tangga, beberapa merasa kurang nyaman dan kurang privasi,” ujar Fazil Sabilarrasyad kepada Jawa Pos Senin (17/7) pekan lalu.
Bersama Ayman Nawwaf Alfina, Muhammad Rezqy Agung, Muhammad Thufail Addausy, dan Hernawan Santosa, para siswa SMAN 2 Surabaya itu lantas berkarya melahirkan The Elderly Monitoring System with Artificial Intelligence (EMS-AI) 2.0. Kerja keras itu mengantarkan mereka meraih medali emas di ajang Japan Design, Idea & Invention Expo (JDIE) 2023, Tokyo, pada 7–8 Juli lalu.
Mereka juga mendapat special award dari Dr Lau Sai Chong, presiden Hongkong Student Invention Patent Program. Tidak semua tim bisa mendapatkan penghargaan itu.
”Special award itu terbatas. Hanya beberapa tim dan itu murni ketertarikan dengan konsep yang diusung. Kebetulan kami fokus ke lansia,” ujar Nawwaf yang ditemui bersama rekan-rekan setim di saat bersamaan.
Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, mereka menggagas sebuah alat yang bisa memonitor aktivitas lansia di rumah lewat gadget. Serupa dengan CCTV.
Namun, privasi lebih terjaga. Sebab, inovasi Nawwaf dan tim menggunakan sensor di setiap ruangan yang mendeteksi lewat gerak, suhu tubuh, serta denyut jantung.
”Sistem kerjanya itu kita memonitor habbit lansia ini selama sebulan ngapain aja. Misal, biasanya jam 9 sudah di tempat tidur, tapi si lansia masih di ruang lain, aplikasi bakal mengirim notif/warning ke keluarga yang memiliki aplikasi bahwa beliau tidak di tempat semestinya,” urai Rezqy.
Butuh sekitar tiga bulan bagi mereka untuk mengonsep, mengembangkan, hingga menyempurnakannya. Sebelumnya, versi pertama The Elderly Monitoring System with Artificial Intelligence (EMS-AI) juga sukses mendapat medali silver di ajang Thailand Inventors Day 2023 pada Februari lalu.
Beruntung, capaian di Thailand tidak membuat kelimanya cepat berpuas diri. Penilaian para juri menjadi masukan bagi mereka untuk mengevaluasi kembali inovasi tersebut.
”Bedanya, yang kita bawa ke Jepang itu sudah ada aplikasinya, website-nya, semuanya sudah ready. Sudah di tahap kita bisa online dan menunjukkan ke orang-orang bahwa aplikasinya sudah bisa bekerja,” imbuh Thufail.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
