
GELAR PERTANDINGAN TINJU: Billy Handiwiyanto (dua dari kiri) bersama Stefanus Budi Juwono dan promotor Nouke Norimarna (dua dari kanan) saat memberikan penghargaan kepada petinju di GOR Hayam Wuruk.
Billy Handiwiyanto menyiapkan seluruh kebutuhan untuk menggelar pertandingan tinju bertajuk Sabuk Emas Pangdam V/Brawijaya. Saat dihelat, event itu dihadiri ratusan orang. Dia optimistis bahwa olahraga tinju kembali bergeliat seperti tahun 1990-an.
LUGAS WICAKSONO, Surabaya
RATUSAN penonton dari berbagai kalangan memadati GOR Hayam Wuruk Selasa (17/10) petang. Mereka antusias menyaksikan lima pertandingan tinju yang diikuti para petinju nasional mulai dari berbagai kelas. Pertandingan tinju itu seakan menjadi pelepas dahaga bagi para penggemar maupun atlet tinju.
”Saya tidak menyangka penontonnya ramai sekali. Venue sampai penuh. Selama ini memang sangat jarang event tinju, terutama di Surabaya,” kata Billy.
Kesuksesan Sabuk Emas Pangdam V/Brawijaya tersebut tidak terlepas dari peran Billy sebagai ketua panitia pelaksana. Pria 27 tahun itu bertanggung jawab untuk menyiapkan pertandingan hingga memastikan seluruhnya berjalan sukses. Termasuk menyiapkan tempat, ring yang sesuai standar, hingga mencarikan sponsor.
Billy memang sudah lama menjadi penggemar tinju. Dengan profesinya sebagai advokat, dia juga aktif di Asosiasi Petinju Indonesia sebagai salah seorang pembina bidang hukum. Billy ingin dunia tinju bergairah seperti dulu lagi.
”Semoga dengan adanya event-event seperti ini bisa memantik orang yang mau menggelar acara serupa dan membangkitkan semangat tinju lagi di Jatim,” tuturnya.
Menurut Billy, saat ini sebenarnya banyak bibit petinju nasional. Mereka tersebar di berbagai sasana. Namun, kurang terekspos karena minimnya event tinju. Menurut dia, petinju kini jarang bertanding.
”Dari event kami ada beberapa petinju yang masih demam panggung. Ada yang kram dan cuma bisa main satu ronde. Mereka grogi karena kurang tampil dan hanya latihan saja,” ujar Billy.
Minimnya pertandingan tinju disebabkan kurangnya pihak penyelenggara. Orang yang sejatinya mampu menggelar pertandingan tinju enggan membuat sebuah kejuaraan tinju karena tidak mau repot.
Para penggemar olahraga tinju, lanjut Billy, lebih suka menikmati pertandingan tinju yang sudah diselenggarakan tanpa harus sibuk menyelenggarakannya. ”Butuh orang-orang muda untuk mengembalikan kejayaan tinju,” katanya.
Dia berharap dunia tinju lebih bergairah lagi. Lebih banyak pertandingan tinju yang menghibur masyarakat. ”Saya berharap kembali seperti tahun ’90-an. Atlet dibina dan event tinju semakin banyak,” ucap Billy. (*/c6/aph)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022