
BERI PENJELASAN: Petugas DP3APPKB Surabaya menyosialisasikan aplikasi SIAP PAK! kepada sejumlah pegawai pemkot. Aplikasi itu berfungsi melindungi perempuan dan anak.
Aplikasi SIAP PPAK! merupakan solusi bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Ada petugas yang siaga 24 jam menangani aduan dan 40 konselor yang membantu mencari solusi.
GALIH ADI PRASETYO, Surabaya
KASUS kekerasan yang menimpa perempuan dan anak membutuhkan penanganan yang cepat. Langkah itu dilakukan agar persoalan tersebut segera tuntas dan pelaku bisa ditindak. Namun, kadang mayoritas korban lebih memilih untuk bungkam. Alasannya beragam, mulai takut melapor hingga sulit mencari kanal aduan.
Berangkat dari keresahan itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya meluncurkan sistem informasi pelayanan perlindungan perempuan dan anak (SIAP PPAK!). Aplikasi itu merangkum pelayanan di DP3APPKB. Termasuk soal perlindungan bagi perempuan dan anak.
Kepala DP3APPKB Ida Widayati menjelaskan, awalnya aplikasi tersebut dibuat hanya untuk pelaporan. Namun, fungsinya terus berkembang dan semakin kompleks.
Apalagi setelah layanan di balai RW dimulai. ”Kami memudahkan pelayanan, khususnya untuk korban-korban kekerasan.
Mereka ini jarang sekali berani langsung melapor. Apalagi, pemulihan perlu waktu dan kekuatan lebih,” ungkapnya.
Korban kekerasan, terutama perempuan, kerap menutup diri. Bahkan menyimpan rapat-rapat kasus tersebut. Mereka takut dan malu membuka kejadian yang menimpanya. Sebab, bagi korban, kekerasan yang menimpa mereka merupakan aib.
”Makanya, kami fasilitasi mereka tanpa harus tatap muka. Bisa dengan layanan telekonsultasi. Ada solusi tanpa harus bertemu,” jelas Ida.
Untuk layanan telekonsultasi, DP3APPKB menyediakan 40 konselor untuk membantu korban kekerasan mencari solusi. Sebanyak 25 orang merupakan konselor pegawai DP3APPKB. Selebihnya adalah konselor relawan dari Surabaya.
”Kami sediakan psikolog profesional. Yang penting, masalah warga bisa tuntas dan mendapat hak perlindungannya,” tutur Ida.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APPKB Thussy Apriliyandari menyatakan, aplikasi SIAP PPAK! bekerja layaknya panic button atau tombol darurat. Selama 24 jam, ada petugas yang stand by memonitor bila laporan masuk. Aduan yang masuk akan direspons.
”Kami masih menemukan kasus KDRT di Surabaya. Salah satu penyebabnya adalah ekonomi. Kami berharap, melalui aplikasi ini, penanganan laporan bisa cepat,” ujarnya.
DP3APPKB sudah menyosialisasikan pemanfaatan aplikasi tersebut kepada siswa. Mulai jenjang SD hingga SMP, baik di sekolah swasta maupun negeri. ”Agar semuanya bisa tertangani ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tandas Thussy. (*/c14/aph)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
