Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 19.25 WIB

Aplikasi SIAP PPAK! untuk Perlindungan Perempuan dan Anak, Dilengkapi Telekonsultasi hingga Tombol Darurat

BERI PENJELASAN: Petugas DP3APPKB Surabaya menyosialisasikan aplikasi SIAP PAK! kepada sejumlah pegawai pemkot. Aplikasi itu berfungsi melindungi perempuan dan anak. - Image

BERI PENJELASAN: Petugas DP3APPKB Surabaya menyosialisasikan aplikasi SIAP PAK! kepada sejumlah pegawai pemkot. Aplikasi itu berfungsi melindungi perempuan dan anak.

Aplikasi SIAP PPAK! merupakan solusi bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Ada petugas yang siaga 24 jam menangani aduan dan 40 konselor yang membantu mencari solusi.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

KASUS kekerasan yang menimpa perempuan dan anak membutuhkan penanganan yang cepat. Langkah itu dilakukan agar persoalan tersebut segera tuntas dan pelaku bisa ditindak. Namun, kadang mayoritas korban lebih memilih untuk bungkam. Alasannya beragam, mulai takut melapor hingga sulit mencari kanal aduan.

Berangkat dari keresahan itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya meluncurkan sistem informasi pelayanan perlindungan perempuan dan anak (SIAP PPAK!). Aplikasi itu merangkum pelayanan di DP3APPKB. Termasuk soal perlindungan bagi perempuan dan anak.

Kepala DP3APPKB Ida Widayati menjelaskan, awalnya aplikasi tersebut dibuat hanya untuk pelaporan. Namun, fungsinya terus berkembang dan semakin kompleks.

Apalagi setelah layanan di balai RW dimulai. ”Kami memudahkan pelayanan, khususnya untuk korban-korban kekerasan.

Mereka ini jarang sekali berani langsung melapor. Apalagi, pemulihan perlu waktu dan kekuatan lebih,” ungkapnya.

Korban kekerasan, terutama perempuan, kerap menutup diri. Bahkan menyimpan rapat-rapat kasus tersebut. Mereka takut dan malu membuka kejadian yang menimpanya. Sebab, bagi korban, kekerasan yang menimpa mereka merupakan aib.

”Makanya, kami fasilitasi mereka tanpa harus tatap muka. Bisa dengan layanan telekonsultasi. Ada solusi tanpa harus bertemu,” jelas Ida.

Untuk layanan telekonsultasi, DP3APPKB menyediakan 40 konselor untuk membantu korban kekerasan mencari solusi. Sebanyak 25 orang merupakan konselor pegawai DP3APPKB. Selebihnya adalah konselor relawan dari Surabaya.

”Kami sediakan psikolog profesional. Yang penting, masalah warga bisa tuntas dan mendapat hak perlindungannya,” tutur Ida.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APPKB Thussy Apriliyandari menyatakan, aplikasi SIAP PPAK! bekerja layaknya panic button atau tombol darurat. Selama 24 jam, ada petugas yang stand by memonitor bila laporan masuk. Aduan yang masuk akan direspons.

”Kami masih menemukan kasus KDRT di Surabaya. Salah satu penyebabnya adalah ekonomi. Kami berharap, melalui aplikasi ini, penanganan laporan bisa cepat,” ujarnya.

DP3APPKB sudah menyosialisasikan pemanfaatan aplikasi tersebut kepada siswa. Mulai jenjang SD hingga SMP, baik di sekolah swasta maupun negeri. ”Agar semuanya bisa tertangani ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tandas Thussy. (*/c14/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore