Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2023 | 20.00 WIB

Kunci Keberhasilan Inovasi untuk Lansia yang Antar 5 Pelajar SMAN 2 Surabaya Raih Emas di Jepang

PRESTASI INTERNASIONAL: Tim SMAN 2 Surabaya yang berhasil menggondol medali emas dan special award di ajang Japan Design, Idea & Invention Expo 2023 di Tokyo, Jepang.

Privasi Terjaga karena Sensor Mendeteksi via Gerak dan Denyut Jantung

Sistem kerja karya lima siswa SMAN 2 Surabaya ini memonitor kebiasaan warga sepuh dan setelahnya akan memberikan notifikasi kepada anggota keluarga lain jika di jam tertentu dia tidak di tempat semestinya. Mayoritas lawan dari perguruan tinggi dan inovasi mereka harus bersaing di antara 350 karya dari 25 negara.

LAILATUL FITRIANI, Surabaya

---

INOVASI itu tercetus melihat banyaknya lansia yang terpaksa tinggal sendirian di rumah. Jauh dari keluarga atau sang anak harus bekerja di luar. Jadi, tidak bisa 24 jam menemani di rumah.

”Sementara kalau diberi asisten rumah tangga, beberapa merasa kurang nyaman dan kurang privasi,” ujar Fazil Sabilarrasyad kepada Jawa Pos Senin (17/7) pekan lalu.

Bersama Ayman Nawwaf Alfina, Muhammad Rezqy Agung, Muhammad Thufail Addausy, dan Hernawan Santosa, para siswa SMAN 2 Surabaya itu lantas berkarya melahirkan The Elderly Monitoring System with Artificial Intelligence (EMS-AI) 2.0. Kerja keras itu mengantarkan mereka meraih medali emas di ajang Japan Design, Idea & Invention Expo (JDIE) 2023, Tokyo, pada 7–8 Juli lalu.

Mereka juga mendapat special award dari Dr Lau Sai Chong, presiden Hongkong Student Invention Patent Program. Tidak semua tim bisa mendapatkan penghargaan itu.

”Special award itu terbatas. Hanya beberapa tim dan itu murni ketertarikan dengan konsep yang diusung. Kebetulan kami fokus ke lansia,” ujar Nawwaf yang ditemui bersama rekan-rekan setim di saat bersamaan.

Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, mereka menggagas sebuah alat yang bisa memonitor aktivitas lansia di rumah lewat gadget. Serupa dengan CCTV.

Namun, privasi lebih terjaga. Sebab, inovasi Nawwaf dan tim menggunakan sensor di setiap ruangan yang mendeteksi lewat gerak, suhu tubuh, serta denyut jantung.

”Sistem kerjanya itu kita memonitor habbit lansia ini selama sebulan ngapain aja. Misal, biasanya jam 9 sudah di tempat tidur, tapi si lansia masih di ruang lain, aplikasi bakal mengirim notif/warning ke keluarga yang memiliki aplikasi bahwa beliau tidak di tempat semestinya,” urai Rezqy.

Butuh sekitar tiga bulan bagi mereka untuk mengonsep, mengembangkan, hingga menyempurnakannya. Sebelumnya, versi pertama The Elderly Monitoring System with Artificial Intelligence (EMS-AI) juga sukses mendapat medali silver di ajang Thailand Inventors Day 2023 pada Februari lalu.

Beruntung, capaian di Thailand tidak membuat kelimanya cepat berpuas diri. Penilaian para juri menjadi masukan bagi mereka untuk mengevaluasi kembali inovasi tersebut.

”Bedanya, yang kita bawa ke Jepang itu sudah ada aplikasinya, website-nya, semuanya sudah ready. Sudah di tahap kita bisa online dan menunjukkan ke orang-orang bahwa aplikasinya sudah bisa bekerja,” imbuh Thufail.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore