
Scene Vincent, Desta, dan Najwa Shihab di film Pretty boys. (Anami Pictures)
JawaPos.com - Apa jadinya kalau duo kocak Desta dan Vincent melawak di layar lebar? Dengan kostum perempuan, riasan menor, dan gaya kemayu pula. Pastinya pecah. Itulah gambaran singkat Pretty Boys.
Anugerah (Vincent Rompies) dan Rahmat (Deddy Mahendra Desta) sama-sama merantau dari kampung. Besar dengan acara televisi, keduanya ingin jadi presenter atau minimal nongol di layar kaca. Berbekal impian itu, mereka merantau ke Jakarta. Berharap ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi mereka.
Setelah keluar dari pekerjaan di restoran, Anugerah dan Rahmat akhirnya direkrut menjadi penonton bayaran oleh Roni (Onadio Leonardo) yang centil. Dari penonton bayaran, Anugerah dan Rahmat akhirnya naik kelas jadi host utama acara talk show Kembang Gula. Syaratnya, harus ngondek dan pakai baju perempuan.
Menonton Pretty Boys seperti melihat Desta dan Vincent bertukar candaan, sebagaimana yang mereka lakukan saat menjadi host. Hanya, di film tersebut, ada jalan ceritanya. Keduanya pun total memerankan host kemayu. Lengkap dengan gestur, cara bicara, dan bahasa yang nendang. Asli bikin ketawa.
Tanpa persiapan khusus, mereka sudah punya chemistry yang kuat. Dialog berlangsung natural. Cara mereka menghidupkan lawakan di setiap adegan patut diacungi jempol. ’’Kami ngalir aja sih pas syuting, kan biasa bareng. Ini kayak nge-host versi lebih lama,’’ kata Desta yang menjadi produser film itu.
Selain mereka, Onad juga jadi scene stealer. Tiap kali dia muncul, tingkah gemulainya yang ngegemesin langsung bikin salah fokus. Meski masih banyak yang harus diperbaiki, totalitas Onad patut diapresiasi. ’’Gue udah ancur, ancur aja deh sekalian,’’ tutur mantan vokalis Killing Me Inside tersebut.
Soal cerita, film yang naskahnya ditulis Imam Darto (pemeran Bayu, produser Kembang Gula) itu bisa dibilang cukup umum. Dua perantau mengadu nasib ke ibu kota untuk menjadi bintang. Setelah berada di atas, cobaan mulai menguji mereka. ’’Tapi, di sini saya tambahin. Gimana sih realitas di balik layar pertelevisian yang ngejar rating sampai segitunya,’’ terang Imam.
Penambahan unsur dunia pertelevisian bikin film itu punya sentuhan baru. Apalagi, Vincent, Desta, dan Imam memiliki pengalaman kerja di televisi. Mereka jadi tahu gimana membawakan peran masing-masing.
Selain komedi segar dan cerminan realitas dunia televisi, unsur drama menjadi daya tarik. Jika Vincent dan Desta bertugas menghidupkan sisi komedi, unsur drama lebih hidup berkat Danilla Riyadi (sebagai Asty) dan Roy Marten (sebagai Jono, ayah Anugerah).
Asty menjadi pemantik kisah cinta segi tiga antara dirinya, Anugerah, dan Rahmat. Lantas, Jono memunculkan kisah klasik seputar cita-cita anak yang ditentang orang tua. Dengan kisah drama tersebut, film yang disutradarai Tompi itu tidak cuma bikin ketawa, tapi juga baper.
Bayangkan menghibur orang dengan penampilan bak perempuan, tapi di sisi lain memendam rasa cinta sekaligus berkonflik dengan ayah sendiri. Secara keseluruhan, meski punya tema yang kerap ditemukan di sejumlah film, Pretty Boys cocok bagi mereka yang mencari lawakan mulai awal hingga akhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022