JawaPos Radar

Melody: Aku Merasa Cukup dan Ingin Bekerja di Balik Layar

05/11/2017, 11:38 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
melody, melody nurramdhani laksani, jkt48, melody graduate, request hour 2017
Frieska menyampaikan apa yang dirasakan saat kakaknya, Melody mengumumkan lulus dari JKT48 (JKT48 for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Siapa yang menyangka, konser Request Hour JK48 Best Setlist 30 di Balai Sarbini, Sabtu (4/11) menjadi malam yang tidak mengenakkan bagi penggemar. Melody Nurramdhani mengumumkan untuk lulus dari JKT48. Dia memilih perayaan ulang tahunnya ke 26 pada 24 Maret 2018 sebagai pertunjukan terakhirnya.

 

Keputusan Melody menambah panjang daftar terlalu banyak yang terjadi di JKT48 dalam waktu yang berdekatan. Mulai dari mengundurkan dirinya Nabilah Ratna Ayu Azalia, diberhentikannya Regina Angelina dan tersebarnya rekaman yang tidak mengenakkan, sampai kejadian yang menimpa Ratu Vienny Fitrilya dan berimbas pada diturunkannya dia menjadi trainee.

melody, melody nurramdhani laksani, jkt48, melody graduate, request hour 2017
Melody usai mengumumkan kelulusannya dari JKT48 di Request Hour Best Setlist 30 (JKT48 for JawaPos.com)

 

Usai konser Request Hour JK48 Best Setlist 30, ada sesi wawancara dengan media bersama Melody dan juga Shania, Ikha, dan Yona. Khusus wawancara yang terkait dengan Melody telah dirangkum JawaPos.com melalui pola tanya jawab berikut ini:

Setelah begitu banyak yang terjadi di JKT48 akhir-akhir ini. Kenapa kamu merasa malam ini adalah momen yang terbaik untuk mengumumkan kelulusan?

Keputusan ini enggak semudah besok mau graduate, ah. Tapi sudah dipikirkan sejak jauh hari. Dari dua atau tiga tahun lalu sudah terpintas untuk graduate. Kalau menunggu lebih lama lagi, sepertinya enggak akan ketemu timing yang pas. Sekarang, menurutku tepat.

 

Alasannya sebenarnya apa sih, Mel?

Aku merasa cukup di sini. Banyak mimpi yang sudah tercapai. Seperti jadi center, selalu di depan, di tengah dan menjadi wajah JKT48 selama 4 tahun. Aku ingin yang lain seperti aku bahkan lebih. Aku biasa ada di depan layar, aku ingin di balik layar. Aku ingin coba, (pekerjaan) orang dibalik layar itu seperti apa sih. Kalau ada kesempatan gabung JKT48 Operational Team (JOT), akan support JKT48 dari belakang.

 

Sampai Maret, apa yang akan kamu lakukan untuk memastikan JKT48 dalam kondisi baik-baik saja?

Selama (masih) di sini, aku akan melakukan yang terbaik untuk JKT48. Aku ingin adik-adik bisa maju, bahkan lebih dari aku. Aku pasti lakuin sesuatu sebelum terakhir di sini.

 

Seperti apa?

Ada lah. Aku di sini juga sebagai GM Teater JKT48, sudah ada yang direncanakan juga.

 

Selama ini, orang di luar fans melihat wajah JKT48 adalah Melody dan Nabilah. Setelah keduanya tidak ada lagi, bagaimana dengan eksistensi JKT48?

Eksistensi bisa timbul dari keinginan membernya. Mungkin setelah ini akan ada member yang terlihat lebih bersinar lebih dari aku. Pasti ada yang berusaha dari membernya untuk bisa bersinar.

 

Shania: Soal eksistensi, itu tergantung kita yang bertahan disini. Tantangan buat kita. Amit-amit kalau seperti itu (eksistensi JKt48 menurun).

  

Apakah nanti kamu masih di dunia hiburan? Main film misalnya, dan apakah sudah ada tawaran?

Beberapa member yang berpotensi memang diarahkan ke situ (main film). Kalau rezeki sih pasti ada. Sebenarnya sudah ada tawaran. Tapi akunya mungkin yang belum siap. Belum terpikir untuk serius akting. Kalau ada tawaran untuk aku, coba yang lain deh. Member yang lain aja yang lebih cocok.

 

Bagaimana dengan keinginan untuk mendapatkan single original dan konser di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)?

Dari dulu selalu ngajuin dan berharap. Tapi, kalau misalnya tidak disepakati atau dari sananya belum ngasih, kita enggak bisa berbuat apa-apa. Yang penting tunjukin kita layak mendapatkannya.

 

Apakah sampai Maret 2018, bakal ada kejutan soal itu?

Enggak tahu ya. Cuma aku tuh enggak berharap seperti surprise yang gimana gitu. Mungkin ada. Tapi nanti aja. Aku enggak mau ngasih bocoran yang belum pasti.

 

Tapi bukan karena itu kamu graduate?

Bukan… Bukan gara-gara itu

 

Setelah kami resmi lulus, siapa yang layak menggantikan kamu?

Semua member bisa untuk lebih dari aku. Seperti yang ada di sini (Ikha, Shania, dan Yona) mereka cukup dewasa untuk menghadapi dunia peridolan. Untuk Shania misalnya, sudah dewasa. Di umur segini (19 tahun) dia bisa menghadapi banyak hal. Cuma kurang galak saja karena masih enggak enakan.

 

Ikha juga dewasa dan galak. Diam-diam aku suka lihat karena kita satu tim. Ikha punya jiwa jadi kakak dan memimpin juga. Bisa punya kendali dan di dengar yang lain. Untuk Yona, dia setipe sama aku. Tapi Yona lebih ceplas ceplos. Tata bahasa saja yang beda, dia juga galak. Semua punya potensi.

 

Sepertinya, setelah lulus nama JKT48 akan tetap menempel di belakang namamu ya?

Enggak apa-apa. Aku juga enggak pernah menyesal dan senang ada di sini. Nanti bisa pakai eks member JKT48 juga.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up