Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 19.44 WIB

Yoo Hae Jin Dapat Perlindungan Polisi Usai Diancam Terkait Kontroversi Film The Assassin(s)

Yoo Hae Jin dalam konferensi pers untuk film The Assassin(s) di COEX Megabox, Seoul (8/9) (Yonhap) - Image

Yoo Hae Jin dalam konferensi pers untuk film The Assassin(s) di COEX Megabox, Seoul (8/9) (Yonhap)

 
JawaPos.com - Pihak kepolisian Korea Selatan pada Selasa (6/10) menyatakan telah memberikan perlindungan kepada aktor Yoo Hae Jin.

Perlindungan terhadap Yoo Hae Jin menyusul meningkatnya ancaman terkait film 'The Assassin(s)' yang dibintanginya, yang memicu reaksi keras akibat dugaan distorsi sejarah.

Kantor Polisi Seongbuk Seoul telah memberi Yoo Hae Jin sebuah jam tangan pintar, dan mendaftarkannya ke sistem darurat 112.

Polisi juga meningkatkan patroli di sekitar kediamannya. Namun, langkah-langkah ini tidak termasuk menugaskan petugas khusus untuk sang aktor.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan bahwa langkah-langkah perlindungan dapat diambil jika terdapat alasan untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Adapun Yoo Hae Jin menghadapi kritik dari kalangan konservatif terkait perannya dalam film 'The Assassin(s)'. 

'The Assassin(s)' sebuah film yang menggambarkan peristiwa pembunuhan Ibu Negara saat itu, Yuk Young Su yang merupakan istri mendiang mantan Presiden Park Chung Hee pada tahun 1974.

Dikutip dari Korea Times, kelompok-kelompok konservatif sangat mengkritik film karena dianggap menyiratkan keterlibatan Park Chung Hee dalam kematian istrinya, alih-alih menyoroti sang pembunuh, Moon Se Kwang, yang dinyatakan bertanggung jawab atas penembakan itu.

Kelompok masyarakat sipil konservatif menggelar unjuk rasa di depan kediaman Yoo di Seoul bagian utara menuntut agar film itu ditarik dari bioskop serta mendesak adanya permintaan maaf dari sang aktor, rekan-rekan sesama pemeran, dan kru produksi.

Para pengunjuk rasa juga menggelar aksi di depan kantor pusat Burger King di pusat kota Seoul pada hari yang sama. 

Yoo sebelumnya sempat tampil dalam iklan waralaba, namun perusahaan mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa mereka telah mengakhiri kontrak jangka pendek dengan sang aktor seraya menyatakan bahwa hal itu tidak terkait dengan kontroversi film.

Ko Beom Seok selaku Kepala Kepolisian Metropolitan Seoul mengatakan bahwa polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap ancaman yang menargetkan Yoo.

Pernyataan Ko menyusul seruan Menteri Kebudayaan Chae Hwi Young, agar polisi meningkatkan langkah-langkah keamanan bagi mereka yang terlibat dalam film itu dan mengambil tindakan tegas.

Sebelumnya pada hari Selasa, sebuah kelompok masyarakat menggelar unjuk rasa di pusat kota Seoul, mendesak perusahaan-perusahaan lokal untuk membatalkan kontrak iklan mereka dengan Yoo. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore