Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 02.42 WIB

Masalah Ruben Onsu-Sarwendah Melebar ke Isu Perselingkuhan, Nanda Persada Menyayangkan

Nanda Persada akui bantu klarifikasi skandal perselingkuhan artis inisial S. (Instagram: nandapersada) - Image

Nanda Persada akui bantu klarifikasi skandal perselingkuhan artis inisial S. (Instagram: nandapersada)

JawaPos.com - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang semula berfokus pada masalah hak asuh anak dan nafkah pascacerai kini berkembang ke isu yang lebih luas. Polemik tersebut bahkan merembet ke dugaan perselingkuhan hingga isu kesehatan terkait HIV Ruben, meski tuduhan tersebut telah dibantah melalui dokumen medis yang disampaikan pihak pengacaranya.

Situasi yang semakin memanas ini mendapat sorotan dari manajer artis Nanda Persada. Menurutnya, arah permasalahan sudah bergeser jauh dari substansi awal dan berpotensi memberikan dampak buruk, terutama bagi anak-anak Ruben dan Sarwendah.

"Kalau aku lihatnya ini substansinya sudah geser ini. Dari awalnya tentang asuh anak, jadi melebar ke mana-mana. Dan sebenarnya kan ini yang dikhawatirkan dari awal karena efeknya pasti tidak bagus buat anak-anak," ujar Nanda Persada.

Nanda menilai persoalan yang menjadi penyebab perceraian semestinya tidak lagi diperdebatkan di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa Ruben Onsu dan Sarwendah telah resmi berpisah dan kini masing-masing menjalani kehidupan sendiri. Karena itu, menurutnya, perhatian seharusnya tetap tertuju pada masalah kepentingan anak.

"Apa pun itu alasannya soal penyebab dari perceraian Ruben dan Sarwendah, itu kan sudah lewat ya. Mereka sudah bercerai, sudah punya kehidupan masing-masing dan konsennya kan soal hak asuh anak. Sekarang akhirnya jadi melebar ke mana-mana, itu sangat disayangkan," katanya.

Ia juga menyoroti dampak jangka panjang yang bisa dirasakan anak-anak akibat sejumlah tudingan dan pernyataan yang beredar di ranah publik. Menurut Nanda, jejak digital akan selalu dapat diakses sehingga berpotensi memengaruhi psikologis anak-anak mereka di masa mendatang.

"Apa pun itu, apalagi anak-anak pasti melihat jejak digital sama postingan-postingan dari orang tuanya. Sebenarnya bukan saat yang tepat untuk membongkar-bongkar masa lalu terkait penyebab dari perceraian, apa pun itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Nanda menilai persoalan rumah tangga merupakan ranah privat yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik secara berlebihan. Ia pun mempertanyakan manfaat dari saling membuka masa lalu yang justru dinilai tidak memberikan dampak positif bagi siapa pun.

"Itu sangat privacy sebenarnya, untungnya juga buat apa gitu buat anak-anak? Apakah itu bagus? Sudah pasti nggak. Buat masyarakat, apakah ini berfaedah dan bagus? Nggak juga," lanjutnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore