
Film Bapakmu Kiper. (istimewa)
JawaPos.com - Bapakmu Kiper merupakan film drama keluarga yang memadukan renggang hingga hangatnya hubungan ayah dan anak dengan semarak sepak bola antarkampung (tarkam).
Trailer filmnya yang baru saja dirilis memperlihatkan perjalanan emosional antara Warto dan putranya, Dino, yang telah lama terpisah oleh luka masa lalu. Hubungan keduanya yang sempat merenggang secara perlahan mulai menemukan titik temu ketika mereka dipertemukan kembali dalam atmosfer pertandingan tarkam yang penuh semangat, kekonyolan, dan kebersamaan.
Alih-alih menyajikan drama keluarga yang berat, film Bapakmu Kiper memilih pendekatan yang ringan dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Film ini mengangkat berbagai sisi khas sepak bola kampung. Mulai dari tingkah pemain, ulah suporter, hingga berbagai kejadian unik di lapangan yang dibalut humor segar. Di balik kelucuannya, tersimpan pesan tentang pentingnya memaafkan dan memberi kesempatan kedua.
Film ini menjadi proyek produksi mandiri pertama Entelekey Sinema Indonesia, rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI). Penyutradaraan dipercayakan kepada Ody Harahap, yang sebelumnya dikenal lewat film-film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Sementara naskah skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena, Aaron Hart, bersama tim Katatinut.
Selain menghadirkan konflik emosional antara ayah dan anak, film ini juga menampilkan visual pertandingan tarkam yang riuh dan penuh warna sebagai latar utama cerita.
Deretan pemain ikut memperkuat film ini. Mereka adalah Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabes, Didi Murs, Mahmud Jabrik, hingga Joko Nugroho.
Fedi Nuril, pemeran karakter Warto, mengaku cerita film ini terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia. Menurutnya, hubungan antara ayah dan anak laki-laki sering kali dipenuhi rasa sayang yang sulit diungkapkan dengan cara yang tepat.
"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, jadi memahami posisi Warto. Di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja," kata Fedi Nuril.
"Cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antarkampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," imbuh Fedi Nuril.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022