
Foto (kiri ke kanan): Arismuda (Balinale Komite), Donny Damara (Balinale Komite), Irini Dewi Wanti (Direktur FMS Kementerian Kebudayaan), Ahmad Mahendra (Dirjen PPPK Kementerian Kebudayaan), Deborah Gabinetti (Founder Balinale), dan Yoke Darmawan (Balinale Komite). (Dok: Kemenbud RI)
JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan Bali International Film Festival (Balinale) sebagai salah satu wadah penting untuk memperkuat industri perfilman nasional. Dukungan tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi sineas Indonesia untuk menembus pasar dan jaringan perfilman internasional.
Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, bersama Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti dengan jajaran Komite Balinale. Juga hadir dalam kesempatan tersebut Senior Festival Advisor Donny Damara, Director International Communications Yoke Darmawan, dan Pendiri sekaligus Direktur Festival Deborah Gabinetti.
Pertemuan yang digelar pada Senin (20/1) tersebut menjadi ajang evaluasi atas penyelenggaraan Balinale 2026 sekaligus membahas persiapan edisi ke-20 yang akan berlangsung pada 1-7 Juni 2027 di Sanur, Bali.
Festival mendatang akan menghadirkan berbagai program baru. Mulai dari kolaborasi internasional, penguatan sektor pendidikan dan seni, hingga kemitraan industri yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem perfilman Indonesia secara berkelanjutan.
Sebagai tuan rumah festival, Sanur juga terus diposisikan sebagai destinasi global yang mempertemukan dunia perfilman, kebudayaan, dan industri kreatif. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Bali sebagai pusat pertukaran ide dan karya kreatif di tingkat internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan turut memberikan apresiasi kepada pemenang perdana kategori "Tapestry of Indonesia", sebuah penghargaan baru yang dikhususkan bagi film pendek dokumenter maupun naratif karya sineas Indonesia.
Kategori ini dihadirkan untuk menampilkan cerita-cerita yang mengangkat kekayaan budaya, tradisi, komunitas, serta keberagaman Indonesia melalui sudut pandang para pembuat film muda.
Penghargaan perdana tersebut diraih film Amazing Fantastic Extraordinary People karya sutradara Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto. Trofi penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Mahendra kepada Nadina Habsjah, produser Adhytia Putra, dan penulis Amanda Simandjuntak.
"Penghargaan Tapestry of Indonesia mewakili apresiasi Balinale terhadap para pembuat film muda yang merangkai kisah, keberagaman, dan identitas Indonesia untuk diperkenalkan kepada dunia. Karya-karya unik ini harus mampu menyentuh hati penonton, sehingga Indonesia tidak hanya dilihat, tetapi juga benar-benar dirasakan," kata Ahmad Mahendra dalam keterangannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022