
Sutradara Hanung Bramantyo bersama pemain anak dalam film Children of Heaven. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sutradara Hanung Bramantyo dipercaya rumah produksi MD Pictures untuk melakukan remake atas salah satu film box office asal Iran berjudul Children of Heaven. Versi asli film garapan sutradara Majid Majidi tersebut berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 1,6 juta USD, jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan biaya produksi yang hanya menelan biaya 180 ribu USD.
Hanung Bramantyo mengalami sejumlah tantangan atau kesulitan saat mengerjakan film Children of Heaven. Dia pun menjelaskan satu persatu kesulitan yang sempat dihadapi.
Pertama, film aslinya menerapkan sensor kebudayaan secara ketat dimana perempuan, baik anak-anak ataupun dewasa, harus mengenakan hijab.
Hanung Bramantyo sempat kesulitan untuk mengadaptasi film Children of Heaven disesuaikan dengan kebudayaan di Tanah Air. Karena penggunaan hijab pada masa Orde Baru tidak sebebas sekarang.
"Di tahun 1980-an, jilbab dilarang oleh pemerintah Orde Baru. Jilbab itu nggak seperti sekarang orang bisa pakai jilbab ke mana-mana dengan bebasnya. Di pasar, ibu-ibu sekarang sudah pakai jilbab dan segala macam," ungkap Hanung Bramantyo di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Tapi yang terpatri di mata penonton, Zahra itu kan lari-lari menggunakan hijab. Terus kita mencari cara bagaimana supaya si anak ini tetap merepresentasikan Zahra yang menggunakan jilbab. Kita menemukan satu masa transisi tahun 1980, sudah ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang menerapkan jilbab meski tidak semuanya," imbuhnya.
Hanung Bramantyo akhirnya menjadikan momen itu untuk mengadaptasi film Children of Heaven.
"Meski tidak semua murid (pakai hijab). Jadi, ada yang ada yang pakai jilbab, ada yang nggak, dibebasin dan jilbabnya masih lucu. Dia pakai jilbab tapi pakai rok pendek gitu, terus pakai lengan pendek gitu kan. Istilahnya masih ragu-ragu mau pakai jilbab," ujar Hanung Bramantyo.
Kesulitan lain yang dihadapi saat melakukan remake film Children of Heaven adalah harus menerapkan sistem syuting sehat karena melibatkan pemain anak. Hanung mengaku, dirinya tidak mau mempekerjakan anak-anak dengan sistem yang berlaku untuk orang dewasa.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
