
Poster film The Era
JawaPos.com–Pada Jumat (15/3), salah satu platform streaming merilis film Taylor Swift: The Era's Tour (Taylor's Version).
Dilansir dari Hollywood Reporter pada Kamis (14/3), angle film itu menempatkan konser Era's Tour di depan dan di tengah. Kemudian bagian lain akan dibuat dan dikurasi untuk mencerminkan beberapa album Taylor Swift.
Film itu merekam perjalanan The Era's Tour yang fenomenal. Pada konser tersebut, Taylor Swift tampil hangat dan berkarisma di depan penonton.
Namun bagaimana bisa Taylor Swift mempunyai keahlian tersebut? Simak teori ini agar dapat tampil berkarisma seperti Taylor Swift ketika berkomunikasi dengan lawan bicara.
Sisi karismatik Taylor Swift pada konser Era's Tour, bisa dibedah dengan teori Charismatic Communication pada buku Vannesa Van Edward, CUES.
Secara teori, Vanessa mengatakan, agar menjadi orang yang berkarisma, memerlukan dua hal, yakni warmth dan competence. Kebanyakan orang yang berkomunikasi dominan di sisi warmth, bisa dipersepsikan baik tapi tidak kompeten. Sehingga sulit diberikan kepercayaan.
Kebalikannya, orang yang berkomunikasi dominan competence, bisa dipersepsikan tidak hangat. Sehingga susah untuk berkomunikasi dengan tipe ini. Jadi, karisma butuh keseimbangan yang tepat antara warmth dan competence.
Pada pembukaan konser, terdapat iconic audience wave. Swift akan menunjuk penonton dari kiri ke kanan dan sorakan akan seperti ombak. Hal tersebut merupakan keseimbangan antara unsur warmth dan competence.
Warmth, adanya interaksi antara dirinya dan penonton. Lalu penonton merespons dengan sorakan mengikuti arah tangan Taylor Swift. Dari sini, penonton merasa larut dalam konser Taylor dan merasakan kehangatan dari sang artis.
Competence, hanya dengan mengajak penonton dengan menggunakan kalimat I want to try something, penonton sudah paham apa yang harus dilakukan. Itu menjadi bukti bahwa Taylor sangat menguasai audiens dalam konsernya.
Salah satu contoh keseimbangan warmth dan competence lain adalah ketika Taylor mengatakan Oh L.A., you're making me feel excellent right now.
Oh L.A... penyebutan nama kota, penting buat penonton untuk merasa disambut pada setiap konser. You’re making me... ini sisi warmth yang menunjukkan Taylor merasa Excellent bukan karena dia Taylor saja tapi karena dia berada di tengah pendengar musik yang percaya kepadanya.
Excelent merupakan cues competence. Pemilihan kata bukan happy atau great untuk menggambarkan suasana hati. Melainkan menggunakan Excelent yang merupakan diksi warmth.
Taylor merupakan penulis ulung. Jadi dia dan tim tidak akan mendesain ambience konser secara sederhana. Melainkan dengan konsep agar banyak penonton semakin larut pada karya-karyanya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
