Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21.40 WIB

BRIN Sebut PLTN Bisa Pasok Listrik dalam Jumlah Besar, Risiko Ketergantungan Teknologi Jadi Sorotan

Ilustrasi PLTN Fukushima (Istimewa) - Image

Ilustrasi PLTN Fukushima (Istimewa)

JawaPos.com - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia secara stabil dengan emisi gas rumah kaca yang rendah. Namun, pengembangan energi nuklir tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan listrik. Melainkan juga kesiapan teknologi, sumber daya manusia, serta kemandirian Indonesia dalam menentukan mitra dan mengelola pembangkit.

Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) BRIN Topan Setiadipura mengatakan Indonesia membutuhkan pasokan listrik rendah karbon untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Di tengah kebutuhan listrik yang terus berkembang, berbagai sumber energi memiliki karakteristik berbeda dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

Hal ini disampaikannya dalam diskusi Economic Frontline bertajuk Is Nuclear a Clean & Clear Energy for Prosperous Indonesia? Menimbang Manfaat, Biaya, Risiko, dan Kesiapan Pembangunan PLTN di Indonesia di Tana Pool & Lounge, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).

Energi surya, angin, air, dan panas bumi dapat menjadi bagian dari bauran energi nasional. Namun, masing-masing sumber memiliki karakteristik tersendiri sehingga pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan sistem kelistrikan, termasuk dukungan jaringan, penyimpanan energi, dan interkoneksi.

“PLTN memiliki karakteristik berbeda karena dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar secara berkelanjutan, dengan emisi gas rumah kaca yang rendah selama siklus hidup pembangkit dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil,” ungkap Topan.

Meski demikian Topan menilai pengembangan PLTN perlu disertai investasi dalam pendidikan, penelitian, peningkatan kompetensi tenaga ahli, serta pembangunan ekosistem industri teknologi. Langkah tersebut dibutuhkan agar Indonesia memiliki kesiapan yang memadai dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi nuklir.

Dari sisi ketahanan energi, M. Kholid Syeirazi dari Dewan Energi Nasional menyebut PLTN berpotensi membantu menjaga kepastian pasokan listrik. Menurutnya, kebutuhan bahan bakar nuklir relatif kecil dibandingkan energi yang dapat dihasilkan.

Namun, Indonesia tetap perlu memperhitungkan rantai pasok bahan bakar, pembiayaan, pengelolaan limbah, hingga proses penghentian operasi pembangkit atau dekomisioning.

Kholid mengingatkan bahwa ketahanan energi juga berkaitan dengan kemampuan negara menghadapi gangguan pasokan dan perubahan harga energi global. Karena itu, pengembangan nuklir perlu berjalan seiring dengan diversifikasi sumber energi, bukan menjadikan satu sumber sebagai tumpuan utama.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore