
Diskusi Economic Frontline bertajuk “Is Nuclear a Clean & Clear Energy for Prosperous Indonesia? Menimbang Manfaat, Biaya, Risiko, dan Kesiapan Pembangunan PLTN di Indonesia” yang digelar di Tana Pool & Lounge, Jakarta Pusat, Rabu (14/10). (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi Indonesia. Namun, rencana pemanfaatan energi nuklir masih membutuhkan sejumlah persiapan. Mulai dari penguasaan teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, hingga pengelolaan limbah radioaktif.
Sejumlah aspek tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi Economic Frontline bertajuk “Is Nuclear a Clean & Clear Energy for Prosperous Indonesia? Menimbang Manfaat, Biaya, Risiko, dan Kesiapan Pembangunan PLTN di Indonesia” yang digelar di Tana Pool & Lounge, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Diskusi tersebut turut menyoroti kesiapan nasional dan dampak pembangunan PLTN terhadap masyarakat di sekitar lokasi pembangkit.
M. Kholid Syeirazi dari Dewan Energi Nasional mengatakan, energi nuklir berpotensi menjadi salah satu penopang kedaulatan energi. Hal itu tidak hanya berkaitan dengan kepastian pasokan, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan harga energi global, menguasai teknologi, menyiapkan tenaga ahli, serta menentukan kebijakan energi secara mandiri.
“PLTN berpotensi mendukung ketahanan pasokan listrik karena kebutuhan bahan bakarnya relatif kecil dibandingkan energi yang dihasilkan jika dibanding dengan batu bara. Namun, Indonesia tetap harus memperhitungkan rantai pasok bahan bakar nuklir, ketergantungan pada teknologi dan komponen tertentu, pembiayaan proyek, serta kemampuan mengelola limbah dan dekomisioning pembangkit,” kata Kholid.
Menurut Kholid pengembangan PLTN perlu diiringi penguatan kemampuan nasional. Hal itu mencakup peningkatan keahlian, transfer pengetahuan dan teknologi, tata kelola proyek, serta pengawasan keselamatan.
Ketersediaan listrik yang stabil juga dinilai penting untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pusat data, transportasi listrik, hingga pelayanan publik. Meski demikian, ketahanan energi tidak cukup dibangun dengan mengandalkan satu jenis sumber energi.
“Ketergantungan berlebihan pada satu sumber energi dapat meningkatkan kerentanan sistem terhadap gangguan pasokan, perubahan harga, maupun kendala operasional. Sebaliknya, diversifikasi sumber energi dapat membantu memperkuat ketahanan sistem kelistrikan apabila direncanakan dan dikelola dengan baik”.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) BRIN, Topan Setiadipura menyebut Indonesia membutuhkan pasokan listrik rendah karbon untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Berbagai sumber energi, seperti surya, angin, air, panas bumi, dan nuklir, memiliki karakteristik berbeda dalam mendukung sistem kelistrikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022