
Foto: Ilustrasi PLTS. (Istimewa)
JawaPos.com - Tidak konsistenya regulasi di Indonesia menjadi salah satu penghambat utama percepatan transisi energi di Indonesia khususnya terkait dengan implementasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Direktur Program Transformasi Sistem Energi, Institute for Essential Services Reform (IESR), Deon Arinaldo, mengatakan konsistensi kebijakan menjadi kunci untuk mendorong permintaan listrik sekaligus mempercepat penyediaan energi bersih.
Menurutnya, transisi energi perlu berjalan beriringan dari sisi permintaan dan pasokan. Peningkatan elektrifikasi di sektor industri, transportasi, dan rumah tangga dapat mendorong efisiensi serta produktivitas, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
IESR memproyeksikan permintaan listrik Indonesia dapat meningkat hampir dua kali lipat, dari 440 terawatt hour (TWh) pada 2025 menjadi sekitar 854 TWh pada 2035.
Pertumbuhan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan pasokan listrik yang terjangkau dan bersih.
“Ketidakkonsistensian ini harus dihindari sebenarnya. Ini penting untuk jadi perhatian agar industrinya bisa punya kapasitas untuk tumbuh itu sendiri,” ujar Deon dalam seminar di Jakarta, Selasa (13/10).
Deon mencontohkan kebijakan insentif kendaraan listrik roda dua yang masih menghadapi ketidakpastian. Padahal, konsistensi dukungan pemerintah dibutuhkan agar industri dapat mengembangkan kapasitas sekaligus mendorong masyarakat beralih ke teknologi yang lebih efisien.
Selain transportasi, persoalan regulasi juga memengaruhi pengembangan PLTS. Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Menurutnya, salah satu tantangannya adalah biaya pembangunan PLTS yang masih relatif tinggi dibandingkan negara lain.
Menurut perhitungan IESR, biaya listrik dari PLTS skala utilitas di Indonesia berada pada kisaran 5–10 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan India yang telah mencapai sekitar 3,7 sen dolar AS per kWh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022