Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 06.44 WIB

Distribusi Biodiesel Indonesia Hadapi Tantangan, Konektivitas Maritim Jadi Kunci

Direktur Pemasaran PT Pertamina Trans Kontinental Albertus Budi Santosa. (Istimewa) - Image

Direktur Pemasaran PT Pertamina Trans Kontinental Albertus Budi Santosa. (Istimewa)

JawaPos.com - Distribusi biodiesel di Indonesia menghadapi tantangan geografis sebagai negara kepulauan. Konektivitas antara kapal, terminal, depot, hingga titik penerima menjadi bagian penting untuk memastikan bahan bakar nabati tersebut dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Direktur Pemasaran PT Pertamina Trans Kontinental Albertus Budi Santosa, menilai pentingnya logistik maritim dalam memastikan biodiesel dapat menjangkau berbagai wilayah Indonesia yang memiliki karakter geografis sebagai negara kepulauan.

"Ketika produk sudah tersedia, pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana memastikan produk tersebut dapat sampai ke wilayah yang membutuhkannya, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia. Di sinilah logistik maritim menjadi sangat penting," ujar Albertus dalam paparannya pada gelaran 6th Palm Biodiesel Conference 2026 yang berlangsung di Bali, belum lama ini, dikutip Senin (28/9).

Menurut Albertus, distribusi energi di Indonesia membutuhkan konektivitas yang luas antara kapal, terminal, depot, dan berbagai titik penerima di seluruh wilayah. 

PTK sebagai bagian dari ekosistem Integrated Marine Logistics Pertamina Group berperan dalam menghubungkan kapal dengan terminal melalui berbagai aktivitas marine dan port operations.

la menjelaskan bahwa peran tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari pilotage, bantuan tugboat, mooring and unmooring, hingga koordinasi dengan fasilitas pelabuhan. 

"Seluruh aktivitas tersebut ditujukan untuk memastikan konektivitas maritim berjalan secara aman, efisien, dan konsisten," kata dia.

Albertus juga menjelaskan perjalanan PTK dalam mendukung distribusi biodiesel di Indonesia. PTK berkontribusi dalam aspek maritim sejak implementasi awal program B2.5 pada 2008. Peran tersebut kemudian berkembang pada 2019 dengan pengelolaan FAME Floating Storage dan Ship-to-Ship (STS) Operation di Balikpapan, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi biodiesel dan persiapan menuju B30.

Pada periode 2019 hingga 2026 year-to-date, operasi tersebut mencatat sekitar 1.192 kunjungan kapal pemasok dan 3.829 kunjungan kapal pengangkut. Dalam skema tersebut, PTK mengelola Floating Storage dan operasi STS yang didukung koordinasi maritim, bantuan tugboat, penempatan kapal, mooring, transfer kargo, monitoring, serta aspek HSSE.

Menurut Albertus, keberhasilan distribusi biodiesel tidak dapat bergantung pada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara produsen, operator maritim, perusahaan downstream, terminal, regulator, dan berbagai stakeholder lainnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore