Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 21.45 WIB

Setelah Waste-to-Energy, Pemerintah Kembangkan Pengelolaan Sampah Terdesentralisasi 'DWM'

DWM dikembangkan untuk melengkapi, bukan menggantikan, pengelolaan sampah tersentralisasi melalui waste-to-energy (WTE). (ANTARA) - Image

DWM dikembangkan untuk melengkapi, bukan menggantikan, pengelolaan sampah tersentralisasi melalui waste-to-energy (WTE). (ANTARA)

 
JawaPos.com - Pemerintah mengembangkan pengelolaan sampah terdesentralisasi atau Decentralized Waste Management (DWM), ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama sejumlah badan usaha.

Adapun yang terlibat diantaranya yakni PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), serta PT Pertamina Power Indonesia (PNRE). Komitmen ini dimulai dari Bandung, dan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Penandatanganan yang disaksikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ini menjadi langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah terdesentralisasi melalui koordinasi, penjajakan, pengkajian dan penilaian potensi DWM.

Dalam pengembangan tersebut, PLN EPI berperan sebagai calon pembeli atau penyerap produk hasil pengolahan DWM. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, program tersebut membuka peluang untuk memperluas sumber energi berbasis limbah sekaligus mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

"Ketika sampah tidak lagi berhenti sebagai residu, tetapi masuk kembali ke dalam rantai nilai sebagai sumber daya dan energi, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan energi sekaligus pembangunan lingkungan yang berkelanjutan," jelasnya, dikutip dari Antara, Senin (28/9).

PLN EPI akan menyampaikan kebutuhan dan spesifikasi indikatif produk serta melakukan penelaahan awal terhadap aspek teknis, kualitas, kuantitas, kontinuitas, logistik dan potensi pemanfaatannya sebagai bagian dari rantai pasok energi primer.

Hokkop mengatakan, DWM memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas pemanfaatan sumber energi berbasis limbah.

PLN EPI selama ini telah mengembangkan rantai pasok biomassa untuk mendukung substitusi sebagian bahan bakar fosil pada pembangkit melalui program cofiring.

"Di PLN EPI, kita melakukan substitusi bahan-bahan fosil menjadi bahan-bahan berbasis hayati untuk kelangsungan energi kita melalui cofiring," kata Hokkop.

Hokkop menyebut PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa dalam satu tahun terakhir. Sekitar 99 persen biomassa tersebut berasal dari limbah agro.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore