Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 22.58 WIB

Cegah Sampah ke Laut, Sistem Pengumpulan dan Daur Ulang Perlu Diperkuat

Petugas mengangkat sampah laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (Dok. JawaPos.com) - Image

Petugas mengangkat sampah laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Upaya mencegah sampah masuk ke laut tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat memilah sampah. Di tingkat lokal, keberlanjutan bank sampah dan kepastian pengumpulan setelah sampah dipilah masih menjadi sejumlah kendala.

Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi Mulyanto Diharjo mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu tantangan karena banyak bank sampah bergantung pada inisiatif individu atau local hero.

“Kendala keberlanjutan, namanya local hero kalau ada kegiatan lain suka ditinggal,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, persoalan lain adalah ekspektasi terhadap nilai ekonomi sampah yang tidak selalu sesuai dengan kondisi di lapangan. “Ada ekspektasi berlebihan dari bank sampah bahwa sampah bernilai uang. Ternyata tidak sebesar yang mereka ekspektasikan, itu masalah,” ujarnya.

Kendala juga muncul pada proses pengangkutan. Pemilahan yang sudah dilakukan masyarakat dapat kehilangan manfaat jika sampah tidak segera diangkut dan dikelola. “Effort luar biasa untuk angkutan dan sosialisasi yang benar, sehingga proses yang dikumpulkan tidak berdampak buruk pada dirinya,” pungkas Mulyanto.

Persoalan serupa muncul di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah Muhammadiyah 3 Denpasar, Emma Rosada mengatakan edukasi pemilahan sampah telah dilakukan, tetapi masih membutuhkan sistem pengumpulan yang konsisten.

“Kami buat sistem dan kolaborasi. Untuk keadaan, kami sudah mengajarkan para pelajar kami memilah, karena sekolah kami menerapkan kurikulum, dan kami setiap hari sepakat untuk memilah,” kata Emma.

Menurut Emma, siswa telah diajarkan memisahkan sampah kering dan basah serta mengurangi penggunaan plastik. Namun, setelah dipilah, muncul pertanyaan mengenai ke mana sampah tersebut harus disalurkan.

“Ketika kami sudah memilah, pelajar kadang tidak tahu ke mana plastik akan pergi,” ujarnya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore