Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 16.49 WIB

Jalur Selat Hormuz Terancam, Harga Minyak Brent Tembus USD 95 per Barel

VLCC Pertamina Pride mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah saat ini melanjutkan perjalanan menuju Kilang Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026. (dok. Pertamina) - Image

VLCC Pertamina Pride mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah saat ini melanjutkan perjalanan menuju Kilang Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026. (dok. Pertamina)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia kompak naik pada perdagangan Kamis (23/7) ditengah konflik yang kian memanas di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,84 poin atau 1,97 persen ke level 95,85 dollar per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,32 poin atau 1,52 persen ke level 88,16 dollar per barel.

Dilansir CNBC Internasional, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebut Iran tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran apabila Teheran menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Filipina, Rubio mengatakan Washington masih membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

"Amerika Serikat ingin mencapai penyelesaian secara diplomatik. Kami ingin mencapai kesepakatan jika hal itu memungkinkan dengan Iran. Namun, pihak Iran tampaknya tidak benar-benar serius untuk mencapai sebuah kesepakatan," ujar Rubio.

Rubio mengatakan, Iran telah membuat komitmen dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang disepakati bulan lalu. Namun, menurutnya, komitmen tersebut justru dilanggar hanya dalam waktu dua pekan.

"Iran membuat komitmen dalam nota kesepahaman yang dicapai bulan lalu, tetapi dalam waktu dua minggu mereka telah melanggarnya," ujar Rubio.

Ia menegaskan militer Amerika Serikat akan terus menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore