
PLTS Nusa Penida. (Dok. PLN Indonesia Power)
JawaPos.com - Koperasi desa diyakini memiliki perang penting dalam akselerasi transisi energi berkeadilan sekaligus mendukung komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Dengan lebih dari 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di seluruh pelosok negeri, pembangunan dan pemerataan akses energi bersih semestinya bisa diarahkan dimulai dari desa.
Demikian narasi yang mengemuka dalam diskusi publik bertajuk 'Pendekatan Koperasi Hijau dan Peluang KDMP dalam Proyek Strategis Nasional 100 GW PLTS', yang digelar akhir pekan. Kegiatan yang digelar Rumah Energi bersama pemangku kepentingan lintas sektor ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang tengah didorong pemerintah melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Target pemerintah 100 gigawatt energi terbarukan, dengan kontribusi 80 persen melalui Koperasi Desa Merah Putih menjadi upaya yang sejalan dengan target ketahanan pangan," tutur Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, Minggu (28/9).
Menurutnya, diskusi publik ini menjadi ruang bersama bagi para pemangku kepentingan untuk memetakan peluang, strategi, dan pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai aktor penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan.
"Melalui diskusi publik ini, kami ingin mengajak semua pemangku kepentingan untuk memberikan gagasan dan konsep bagaimana sektor energi di perdesaan dapat terlaksana melalui PLTS, dan tentunya menciptakan langkah konkret sehingga koperasi menjadi agen perubahan yang nyata. Dengan begitu, masyarakat memiliki daya dalam mengupayakan kemandirian energi bersih serta mendorong terciptanya Indonesia berdaya," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa skema pengembangan serta model bisnis baru bagi koperasi di sektor energi perlu dipetakan dan disusun secara sistematis agar pengelolaannya mampu mendorong terciptanya ekosistem ekonomi, sosial, dan lingkungan di perdesaan, serta memperluas distribusi listrik bagi masyarakat desa terpencil yang masih minim akses kelistrikan.
Selain itu, pelibatan generasi muda menjadi perhatian penting agar terjadi regenerasi dan pembaruan dalam lembaga koperasi. Keterlibatan ini juga dapat mendorong terciptanya peluang kerja ramah lingkungan (green jobs) yang melahirkan inovasi serta teknologi pengembangan terkini dan relevan. Dengan demikian, regenerasi kepengurusan koperasi dapat berjalan seiring dengan tumbuhnya ekosistem energi bersih di pedesaan.
KDMP berpotensi memperkuat basis ekonomi rakyat sekaligus memberikan jawaban konkret atas tantangan krisis iklim. Kekuatan sosial koperasi sebagai modal utama.
Dengan dukungan regulasi yang tepat, koperasi dapat menjadi motor penggerak energi bersih di desa-desa. Elviandi menyatakan bahwa PLTS dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat sekaligus pendapatan koperasi melalui penjualan energi yang terjangkau.
Dampak dari adanya PLTS yang dikelola oleh koperasi akan berdampak ekonomi dan sosial yang besar, seperti memperluas akses listrik yang andal sehingga mendukung aktivitas produktif, serta mendukung rantai pasok energi terbarukan.
Selain itu, mempercepat transisi energi sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca, menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tangguh iklim, menciptakan lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan, dan yang terpenting memberantas kemiskinan energi.
Kepala Balai Besar Survei dan Penguatan Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian ESDM, Harris menguatkan pernyataan tersebut, dengan ajakan untuk membangun piloting project bersama dapat menjadi lokomotif untuk mereplikasi proyek energi atau PLTS. "Faktanya ada banyak desa yang sudah ada koperasinya namun belum ada listriknya. Sehingga potensi koperasi bisa membentuk atau mengelola penyediaan listrik PLTS sangat berpotensi," katanya.
"Koperasi energi melalui PLTS akan mendukung kegiatan produktif, seperti desa nelayan yang ada tantangan terhadap cold storage, bisa dikolaborasikan dengan PLTS. Membangun pompa yang bisa digerakan oleh tenaga matahari untuk pertanian bisa dikelola oleh koperasi," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022