Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 05.46 WIB

PSEL Jogja Bakal Listriki 15 Ribu Rumah, Dibutuhkan Suplai Sampah 1.000 Ton per Hari

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Selasa (11/8). (ANTARA) - Image

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Selasa (11/8). (ANTARA)

JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut energi listrik yang dihasilkan dari konstruksi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nantinya mampu mengaliri listrik sekitar 15 ribu rumah di daerah ini.

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Selasa (11/8), mengatakan, untuk operasional PSEL di Yogyakarta tersebut nantinya minimal harus disuplai seribu ton sampah per hari dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

"Rata-rata memang seribu ton sampah itu setara dengan 18 sampai 20 megawatt, tergantung dari desain itu sendiri. Jadi, listrik yang dihasilkan bisa melistriki sekitar 15 ribu rumah di kawasan Yogyakarta," katanya lagi.

Menurut dia, energi listrik yang dihasilkan dari instalasi tersebut akan dibeli dan dikelola PLN sebelum didistribusikan ke rumah rumah, sehingga nantinya akan ada perjanjian atau penandatanganan kerja sama antara pemerintah dengan PLN tersebut.

Dia mengatakan, langkah tersebut seperti yang dilakukan pemerintah bersama PLN untuk mengelola energi listrik dari PSEL yang telah beroperasi di daerah lain, sementara di Yogyakarta ditargetkan pembangunan awal 2027 dan selesai pada 2028.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, listrik PSEL akan dibeli oleh PLN sebesar 20 sen dolar AS per kWh, yang ini akan mencakup kerja sama selama 30 tahun. Listrik yang akan dicapai secara konsisten 18 sampai 20 megawatt per hari," katanya pula.

Dengan demikian, kata dia lagi, listrik yang dihasilkan dari PSEL akan dibayar langsung oleh PLN, sementara pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya untuk listrik, melainkan biaya untuk memasok sampah, atau operasional volume sampah.

"Ada beberapa potensi penambahan pendapatan untuk daerah termasuk dari sisi pajak dari sisi lapangan pekerjaan, dan dari sisi abu bawah yang nanti produk selain listrik yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha lokal," kata dia.

Menurut dia, proyek PSEL Yogyakarta di dekat bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul tersebut dibangun pada lahan seluas 5,7 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore