Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 01.49 WIB

PLN Nusantara Power Tekan 590,9 Ribu Ton Emisi Karbon sepanjang Semester I 2026

Cofiring PLTU dinilai menjadi salah satu upaya transisi energi melalui pemanfaatan biomassa. (ANTARA) - Image

Cofiring PLTU dinilai menjadi salah satu upaya transisi energi melalui pemanfaatan biomassa. (ANTARA)

JawaPos.com - PLN Nusantara Power (PLN NP), mengklaim berhasil menekan emisi karbon hingga 590,9 ribu ton pada semester I 2026 melalui program cofiring biomassa.

Sebagaimana diketahui, co-firing biomassa adalah teknik substitusi pembakaran pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di mana sebagian batu bara diganti atau dicampur dengan bahan bakar biomassa dalam rasio persentase tertentu

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan dengan kegiatan tersebut perusahaan juga mampu menghasilkan energi hijau sebesar 490,5 Gigawatt hour (GWh).

Ia menjelaskan bahwa cofiring biomassa menjadi salah satu strategi transisi energi yang dapat dijalankan secara bertahap dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah beroperasi.

“Melalui program cofiring biomassa, PLN Nusantara Power berupaya mengoptimalkan aset pembangkit eksisting agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Ruly dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (17/7).

Rully mengatakan, kinerja semester I 2026 melanjutkan capaian positif yang telah dibukukan PLN NP pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, program cofiring biomassa telah diterapkan secara komersial di 25 PLTU dan menghasilkan energi hijau sebesar 1.041 GWh.

Pada periode yang sama, pemanfaatan biomassa tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e.

“Capaian ini menunjukkan bahwa cofiring dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan porsi energi bersih dalam proses pembangkitan listrik nasional,” ujarnya.

Ruly menjelaskan bahwa penerapan cofiring pada 25 PLTU menjadi bukti transformasi menuju sistem pembangkitan rendah emisi dapat dilaksanakan secara terukur, dengan tetap menjaga kontinuitas dan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore