Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 23.49 WIB

Pertamina Blak-blakan Masih Tergantung Minyak Impor, Janji Bakal Perbaiki Tata Kelola dan Celah Korupsi

Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah) saat konferensi pers yang dipantau secara daring, Senin (3/3). (Tangkapan layar YouTube Pertamina) - Image

Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah) saat konferensi pers yang dipantau secara daring, Senin (3/3). (Tangkapan layar YouTube Pertamina)

JawaPos.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa pihaknya masih bergantung pada pasokan minyak impor. Terlebih memang produksi minyak mentah dalam negeri masih belum mencukupi permintaan di Indonesia.
 
Secara angka, Simon menyebut perseroan masih membutuhkan 40 persen minyak mentah impor dan sekitar 42 persen produk dari luar Indonesia.
 
"Jadi memang kita mengetahui bahwa produksi minyak mentah dalam negeri kita memang belum mencukupi untuk memenuhi demand yang ada," kata Simon dalam konferensi pers yang dipantau secara daring, Senin (3/3).
 
 
"Dengan demikian kurang lebih ada sekitar 40 persen kebutuhan kita untuk menambah sumber dari luar Indonesia untuk minyak mentah. Dan sekitar 42 persen untuk sumber produk dari luar Indonesia," sambungnya.
 
Lebih lanjut, Simon juga mengungkapkan impor masih terus dipertahankan guna memastikan ketahanan energi dan ketersediaan energi di masyarakat. Meskipun beberapa hari belakangan, persoalan impor minyak di Pertamina sedang menjadi sorotan usai sejumlah pejabat yang diciduk Kejaksaan Agung (Kejagung).
 
Itu sebabnya, kata Simon, dengan kejadian tersebut pihaknya berjanji akan lebih transparan dan menerapkan tata kelola yang baik.
 
"Dalam hal ini koordinasi dengan Kementerian ESDM tentunya kita akan membuat sekaligus mengevaluasi kembali proses yang ada selama ini. Proses yang tentunya sudah berjalan baik, kita pertahankan. Dan celah-celah yang kemarin sempat kita dengar dari temuan atau fakta hukum, kita perbaiki," ungkapnya.
 
 
Pada kesempatan yang sama Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro menyampaikan bahwa di bawah pemerintahan baru saat ini Pertamina terus didorong untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam rangka meningkatkan swasembada energi.
 
"Semua sektor digerakkan, baik dari sektor hulu di mana kami terlibat dalam kegiatan-kegiatan untuk upaya meningkatkan produksi migas nasional. Tujuannya adalah untuk mengurangi impor crude dari luar negeri," jelas Wiko.
 
Selain itu, Wiko menjelaskan guna mewujudkan swasembada energi pihaknya memperoleh dukungan di sektor hulu di mana pemerintah baru saja mengeluarkan ketentuan bahwa minyak bagian pemerintah harus diolah di kilang Pertamina.
 
Imbasnya, Pertamina telah melakukan upgrading kilang dengan valuable produk yang meningkat dari sebelumnya 75 persen, sekarang sudah mencapai 82 persen.
 
"Artinya, range minyak yang bisa menghasilkan produk yang bernilai ketika diolah di kilang kita juga meningkat. Tentu saja ini akan menambah kemampuan kilang menghasilkan produk," jelas Wiko.
 
 
Selain itu, kata Wiko, pemerintah juga mendorong pengembangan energi yang tidak berbasis fosil. Hal ini dibuktikan dengan baru saja dikenalkan kepada masyarakat, yakni B40.
 
Ia meyakini, B40 secara signifikan akan mengurangi impor minyak mentah. Namun demikian dengan seiring bertumbuhnya industri, kebutuhan masyarakat atas energi juga meningkat.
 
Itu sebabnya, Pertamina memastikan bila memang masih diperlukan impor minyak mentah. Pihaknya akan komit tak mengulangi kejadian yang sudah terjadi dengan memperbaiki tata kelola.
 
"Apabila kemudian kita masih memerlukan impor dari luar negeri, pengadaan dari luar negeri, seperti dikatakan Pak Dirut tadi, kita akan memperbaiki tata kelolanya, tata kelola impor dengan masukkan proses yang berjalan saat ini. Tentu saja juga dengan berkoordinasi dengan pemerintah," tutupnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore