
Petugas SPBU sedang mengecek dispenser BBM
Jawapos.com - Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi mandat untuk menjual bahan bakar minyak (BBM) ke seluruh Indonesia, PT Pertamina (Persero) dilema. Lantaran, di tengah fluktuasi harga minyak mentah Indonesia yang menjauhi asumsi, Pertamina tidak boleh menaikkan harga BBM tanpa persetujuan pemerintah.
Adanya selisih yang ditanggung Pertamina tak ayal membuat keuangannya berdarah-darah. Belum lagi, adanya kewajiban untuk menyamaratakan harga BBM di seluruh Indonesia lewat program BBM Satu Harga.
Direktur Pemasaran Pertamina, M Iskandar mengatakan jika dihitung secara formula, potensi kerugian dari penjualan jenis bahan bakar tertentu maupun jenis bahan bakar khusus dan penugasan nilai kerugiannya mencapai Rp 3,49 triliun.
"Itu untuk Januari sampai Februari saja. Namun kalau ditambah premium untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali kerugiannya itu bisa mencapai Rp 3,9 triliun," jelas Iskandar di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Senin (19/3).
Adapun, apabila harga minyak mentah tak ada kecenderungan untuk turun, maka kerugian yang harus ditanggung Pertamina sampai Desember prediksinya bisa enam kali lipat.
Dijelaskan Iskandar, formula harga jual premium dan solar semakin menjauhi harga yang ditetapkan. Dia menuturkan untuk BBM jenis premium berdasarkan formula dari April hingga Juni 2018 seharusnya adalah Rp 8.600 per liter. Akan tetapi sampai hari ini Pertamina masih menjual BBM seharga Rp 6.450 per liter.
"Ada selisih harga di Rp 2.150 per liternya," kata Iskandar.
Selisih harga itu didapat dari formula yang ditetapkan oleh SK Menteri ESDM yakni 103,92 persen HIP + Rp 830 perliter + 2 persen harga dasar. Sementara untuk solar, kata Iskandar, berdasarkan formulasi seharusnya adalah Rp Rp 8.350 per liter. Perhitungannya adalah 102,38 HIP + Rp 900 per liter - subsidi Rp 500 per liter. Namun hingga saat ini harga jual solar adalah Rp 5.150 per liter.
"Itu sudah termasuk subsidi yang ditetapkan dengan angka fix Rp 500 per liter masih ada selisih Rp 3.200 per liter," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022