Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 02.25 WIB

Aksi Jual Asing di BEI Tembus Rp 84 Triliun, Lampaui Arus Keluar Saat Krisis 2008 dan Pandemi

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Aksi jual bersih atau (net sell) investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 telah melampaui arus keluar dana asing saat krisis keuangan global 2008 dan pandemi Covid-19 pada 2020.

Berdasarkan data LOTS Trading Club dari Lotus Sekuritas investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 84,29 triliun sepanjang 2026. 

Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2008 saat terjadinya krisis ekonomi dan 2020 atau ketika Pandemi Covid-19. Adapun, nett sell asing pada saat 2008 hanya sebesar Rp 50,17 triliun dan 2020 sebesar Rp 53,84 triliun.

Meski ada perbedaan dari sisi kapitalisasi pasar di tiga periode ini, tingginya capital outflow sepanjang 2026 di pasar modal Indonesia patut dicermati dengan serius.

Merespons tingginya capital out flow out asing dari pasar Indonesia,  Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan tekanan arus modal asing pada 2026 bukan sekadar fenomena koreksi pasar biasa, melainkan menunjukkan perubahan alokasi investasi dan peningkatan persepsi risiko terhadap pasar saham Indonesia.

Menurutnya, besarnya net sell tidak serta-merta menunjukan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi dengan karakteristik yang sama seperti 2008 atau 2020. 

“Pada 2008, tekanan terutama berkaitan dengan krisis keuangan global, sedangkan pada 2020 pandemi memicu guncangan ekonomi dan pembatasan aktivitas secara luas,” ujar Nafan kepada Jawapos.com, Rabu (14/10).

Ia mengatakan, pada tahun 2026 tekanan perlu dilihat dari kombinasi faktor eksternal, pelemahan rupiah, ketidakpastian kebijakan, serta persoalan transparansi dan tata kelola pasar modal. 

Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa angka historis bisa berbeda antarsumber karena perbedaan periode pengukuran dan cakupan transaksi.

Nafan mengatakan, keluarnya investor asing didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, dengan kenaikan persepsi risiko terhadap Indonesia menjadi salah satu faktor kunci. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore