Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 01.34 WIB

IHSG Ditutup Melemah Dipicu Naiknya Ketidakpastian Global

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi di tingkat global. IHSG ditutup melemah 157,61 poin atau 2,59 persen ke posisi 5.936,15. 

"Sentimen negatif berasal dari ketidakpastian di global yang masih tinggi, harga minyak Brent yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel, kekhawatiran akan potensi capital outflow di pasar obligasi Indonesia, serta berbagai isu mengenai MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan yield US Treasury, serta risiko geopolitik yang memicu volatilitas pasar.

Sementara dari sisi geopolitik, kelompok Houthi di Yaman telah melakukan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk infrastruktur minyak Aramco serta Lapangan Terbang Antarabangsa King Khalid di Riyadh.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah dan potensi berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing) telah membatasi pergerakan IHSG, yang mana Rupiah ditutup melemah 0,08 persen ke level Rp17,899 per dolar AS.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam minus 5,88 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 5,20 persen dan 4,72 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIKE, TFCO, ZONE, IFSH, dan MINE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CCSI, MBSS, MAPB, PTRO, dan CUAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,85 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,73 miliar lembar saham senilai Rp13,57 triliun. Sebanyak 118 saham naik 632 saham menurun, dan 213 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 0,25 persen ke posisi 24.271,20, indeks Shanghai menguat 0,43 persen ke posisi 3.797,24, indeks Kospu melemah 3,65 persen ke 6.384,24, dan indeks Straits Times menguat 0,30 persen ke 5.417,96.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore