
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa . (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (16/10), setelah ditutup melemah sebesar 1,33 persen ke level 5,863 pada perdagangan Kamis (15/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga dapat diwaspadai akan adanya koreksi ke rentang 5,744-5,794. Best case, IHSG berpeluang menguat dahulu ke rentang 5,864-5,883.
Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,887 - 5,744 sedangkan resistance di level 6,216-6,296.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Kamis (15/10), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Trading Buy dan Buy on Weakness, dengan target harga serta batas risiko yang perlu diperhatikan investor.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham BBCA sebelumnya terkoreksi 0,82 persen ke level 6.075, tetapi masih didominasi oleh volume pembelian. Meski demikian, pergerakannya belum mampu menembus MA20.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [y]. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 5.950–6.025, dengan target harga 6.225 dan 6.350 serta stop loss di bawah 5.850.
Selanjutnya, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ICBP sebelumnya terkoreksi 0,71 persen ke level 6.950 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volumenya cenderung mengecil.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi ICBP saat ini sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 6.825–6.900, dengan target harga 7.125 dan 7.275 serta stop loss di bawah 6.750.
Berikutnya, saham PT Timah Tbk (TINS) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham TINS sebelumnya terkoreksi 3,25 persen ke level 4.170 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022