Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 17.22 WIB

Data Center Dihentikan di Jabar, Indef: Jangan Ulangi Kesalahan Investasi 1980-an

Ekonom Didik J Rachbini. (Istimewa) - Image

Ekonom Didik J Rachbini. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemberhentian pembangunan Data Senter oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinilai dapat merusak iklim investasi di Indonesia dan menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Institute for Development on Economic and Finance (Indef), Didik J Rachbini, mengatakan Indonesia dinilai layak sebagai negara tujuan investasi ketika tidak kurang dari investasi setara Rp 360 triliun berebut masuk ke Indonesia.

Kawasan yang menjadi sasaran lokasi data center ini antar lain adalah Batam, Jawa Barat, Madura dan Bali. Perkembangan ini merupakan peluang emas, yang tidak boleh terperosok ke lubang yang sama pada tahun 1980-an kehilangan peluang emas investasi semi conductor.

Menurutnya, minat dan semangat investor sudah cukup jauh, pemerintah juga sudah dan mesti bersiap diri karena jumlah investasi ini sedemikian besar. Peluang ini akan menolong ketertinggalan Indonesia dalam menarik investasi dibadingkan dengan negara-negara sekitarnya.

“Pemerintah sudah mematok target investasi data center AI senilai Rp360 triliun untuk masuk ke Indonesia,” ujar Didik dalam catatanya, Minggu (4/10).

Didik mengatakan, pengalaman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan investor karena setidaknya sudah ada 182 data center, yang berjalan di Indonesia.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa Indonesia sudah layak menjalankan operasional teknologi canggih data center ini dimana mayoritas berada di Jakarta sebanyak 94 unit dan Batam sebanyak 16 unit.

Ia menjelaskan, khusus di Batam, rencana investasi data center diperkirakan bernilai USD 15 miliar hingga USD 20 miliar, dengan target kapasitas nasional sekitar 1,3 gigawatt. Batam dengan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah 7 persen akan menjadi pusat pertumbuhan baru dengan pilar investasi data center ini.

Namun, ia menyayangkan kisruh yang terjadi di Jawa Barat. Di mana pembangunan data center dihentikan sepihak oleh gubernur dengan berbagai alasan lingkungan hidup, pasokan air dan beragam alasan lainnya.

Menurutnya, praktek kebijakan yang menyebabkan iklim investasi rusak seperti ini menjadi kendala besar bagi masa depan perekonomian, yang sekarang terhenti bertumbuh moderat 5 persen.

“Indonesia membutuhkan investasi yang besar dan peluang emas yang sedang hangat adalah kepercayaan investor untuk investasi data center di Indonesia. Di Jawa Barat peluang tersebut terganjal, yang kemungkinan bisa merusak iklim investasi,” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore