
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Juli. Senin (3/8). (Djati Waluyo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 3,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025 atau year on year (yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan, inflasi Indonesia secara bulanan tercatat sebesar 0,30 persen pada September 2026, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31.
Ateng, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan September 2026 dengan andil inflasi 0,26 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,88 persen.
“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen, cabai merah dengan andil inflasi 0,06 persen, daging ayam ras dengan andil inflasi 0,05 persen, beras dengan andil inflasi 0,03 persen, telur ayam ras dengan andil inflasi 0,02 persen, dan kangkung dengan andil inflasi 0,01 persen” ujar Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/10).
Ateng mengatakan, salah satu penyebab inflasi pada September 2026 adalah peningkatan daging ayam ras akibat kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
“Didorong oleh kebutuhan program MBG di beberapa daerah serta juga adanya kenaikan harga pakan ternak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan komponen, komponen bergejolak mengalami inflasi 1,46 persen dengan andil inflasi 0,24 persen, dan komponen inti mengalami inflasi 0,10 persen dengan andil inflasi 0,06 persen. Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi mendekati 0 persen.
Sementara itu, jika dilihat menurut wilayah, dari 38 provinsi, 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,53 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen.
Secara tahunan, inflasi September 2026 mencapai 3,28 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi September 2025 sebesar 2,65 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022