Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 02.49 WIB

Konten Kuliner Makin Booming, Industri Makanan Tumbuh 7,41 Persen di Indonesia

Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia (Istimewa) - Image

Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia (Istimewa)

JawaPos.com - Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di tengah perkembangan tersebut, perubahan perilaku masyarakat atau konsumen dalam menemukan, memilih, hingga membeli makanan ikut membuka pola baru bagi pelaku usaha kuliner.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2025 mencatat kinerja sektor industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen. Sementara itu, sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41 persen.

Perkembangan industri tersebut juga berjalan beriringan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap konten kuliner di ruang digital. Berdasarkan analisis data 2026, jumlah konten kuliner meningkat 52 persen dibandingkan 2025.

Sejumlah tagar populer seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat juga telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.

Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kuliner masyarakat tidak lagi sebatas mencoba makanan. Kuliner juga menjadi bagian dari aktivitas berbagi pengalaman dan membangun koneksi.

"Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama," ujar Fadlia dalam TikTok Food Fest 2026 di Jakarta pada Selasa (15/9).

Perubahan perilaku konsumen itu turut memengaruhi cara pelaku usaha memperkenalkan produknya. Konten kreator, misalnya, tidak hanya berperan dalam memperkenalkan menu, tetapi juga menceritakan proses di balik produk dan perjalanan pemilik usaha.

Chef sekaligus kreator konten Jesselyn Lauwreen memanfaatkan tren kuliner sebagai salah satu sumber inspirasi untuk mengembangkan resep. Kontennya mencakup hidangan rumahan, pilihan makanan yang lebih sehat, hingga olahan berbahan pangan lokal.

Ketika sambal matah ramai dibicarakan, misalnya, Jesselyn membagikan kreasi ayam suwir dan mi goreng dengan sambal matah. Ia juga menceritakan pengalamannya berjualan sambal sejak masih sekolah.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore