Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 September 2026 | 21.53 WIB

Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga Pasar

Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional. Harga cabai di Surabaya sudah naik dua kali lipat. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional. Harga cabai di Surabaya sudah naik dua kali lipat. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan fasilitas distribusi cabai rawit dari daerah surplus menuju wilayah defisit. Hal ini diharapkan bisa menjadi solusi menekan gejolak harga dan menjaga pasokan nasional.

"Fluktuasi harga cabai rawit segera diatasi pemerintah dengan mengupayakan mobilisasi stok dari daerah yang surplus ke daerah defisit," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Minggu (13/9) dikutip dari Antara.

Dia menyampaikan salah satu yang akan dilaksanakan adalah program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Upaya itu dilaksanakan pemerintah secara kolaboratif bersama para Champion Cabai dan cukup ampuh menekan harga cabai.

Ketut menuturkan upaya mengatasi fluktuasi harga cabai perlu terus diterapkan. Bapanas dan Kementan akan menjalin koneksi agar FDP dapat dijalankan guna menyasar ke daerah yang sedang mengalami dinamika harga yang fluktuatif.

Dia mencontohkan untuk komoditas cabai rawit pihaknya mendapatkan informasi di Kediri, Jawa Timur, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera direspons oleh pemerintah."Karena itu, kami ingin berkoneksi kembali dengan teman-teman Kementan untuk melihat wilayah mana yang dapat kita dukung melalui FDP," kata Ketut.

Ia menegaskan pelibatan petani Champion Cabai yang dibina Kementan memegang andil penting dalam upaya penstabilan harga cabai rawit. Berkat kolaborasi erat, kata dia, pasokan cabai rawit dengan harga yang terjangkau yang kemudian diguyur ke daerah yang berfluktuasi dapat menjadi faktor penekan harga.

"Misalkan di daerah di luar Jawa yang harganya relatif masih terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah yang harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah yang harganya relatif tinggi," ujar Ketut.

Adapun dalam catatan Bapanas, FDP cabai rawit yang telah terlaksana pada triwulan pertama tahun 2026 totalnya mencapai 5.590 kilogram (kg). Data itu terdiri dari mobilisasi stok cabai rawit dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta sebesar 3.150 kg. Kemudian ke Lombok Tengah serta Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, masing-masing 1.140 kg dan 1.300 kg. Implikasi positifnya pada April 2026 terjadi penurunan inflasi, termasuk pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan Sudi Mardianto memastikan produksi cabai rawit nasional tetap mencukupi hingga akhir tahun sehingga pasokan diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore