Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 05.37 WIB

3 Emosi yang Paling Mudah Diatur oleh Orang-orang Stabil Secara Mental

Ilustrasi orang yang stabil secara mental (magnific)

 

 
JawaPos.com  -Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ada orang yang tetap terlihat tenang ketika menghadapi masalah, sementara orang lain bisa langsung meledak, menangis, atau menarik diri? 
 
Perbedaannya ternyata tidak selalu terletak pada seberapa banyak masalah yang mereka hadapi, tetapi pada bagaimana mereka mengenali dan merespons emosi yang muncul.

Orang yang stabil secara mental bukan berarti tidak pernah marah, sedih, kecewa, atau terluka. Mereka tetap merasakan emosi seperti manusia pada umumnya, tetapi cenderung memiliki kemampuan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan tanpa langsung membiarkan emosi tersebut mengambil alih perilaku.

Seperti dirangkum dari laman YourTango, artikel ini akan membahas tiga emosi yang sering membuat seseorang kesulitan dalam kehidupan dan hubungan, sekaligus pentingnya memahami fungsi emosi daripada sekadar berusaha menekannya.

Berikut tiga emosi yang dapat menjadi gambaran bagaimana seseorang belajar mengelola dirinya secara lebih sehat.

1. Kemarahan

Marah sering dianggap sebagai emosi negatif yang harus segera dihilangkan. Padahal, kemarahan pada dasarnya dapat memberikan informasi bahwa ada sesuatu yang dianggap mengganggu, tidak adil, melanggar batasan, atau tidak sesuai dengan kebutuhan seseorang.

Menurut artikel YourTango, kemarahan yang sehat dapat berfungsi sebagai semacam sinyal bahwa seseorang perlu menetapkan batas. Dengan kata lain, marah tidak selalu berarti seseorang kehilangan kendali. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kemarahan tersebut diekspresikan.

Orang yang mampu mengatur kemarahan biasanya tidak langsung membalas ketika tersinggung. Mereka dapat mengambil jeda, memahami sumber kemarahan, kemudian menentukan respons yang lebih sesuai.

Misalnya, ketika seseorang diperlakukan tidak menghargai, respons impulsif mungkin berupa berteriak atau mengeluarkan kata-kata kasar. Sementara itu, respons yang lebih teratur bisa berupa mengatakan, “Saya tidak nyaman diperlakukan seperti itu. Tolong jangan ulangi lagi.”

Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.

Mengelola kemarahan bukan berarti membiarkan orang lain melewati batas. Justru, kemampuan mengatur marah memungkinkan seseorang mempertahankan batas dengan cara yang lebih jelas tanpa harus merusak hubungan.

Orang yang stabil secara emosional juga tidak perlu berpura-pura bahwa dirinya tidak marah. Mereka dapat mengakui, “Ya, saya sedang marah,” tanpa menjadikan kemarahan tersebut sebagai alasan untuk menyakiti orang lain.

2. Kesedihan

Kesedihan merupakan emosi lain yang sering kali berusaha disembunyikan. Banyak orang merasa harus segera terlihat baik-baik saja setelah mengalami kehilangan, kegagalan, penolakan, atau kekecewaan.

Padahal, tidak semua kesedihan harus segera dihilangkan.

YourTango menjelaskan bahwa kesedihan memiliki fungsi penting dalam proses seseorang menghadapi dan melepaskan rasa sakit. Menekan emosi tersebut terus-menerus bukan berarti masalah sudah selesai.

Orang yang mampu mengatur kesedihan bukan berarti mereka tidak pernah menangis. Sebaliknya, mereka dapat memberikan ruang kepada dirinya untuk merasakan apa yang sedang terjadi tanpa menganggap dirinya lemah hanya karena sedang sedih.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore