Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 14.22 WIB

2 Sentimen Pengaruhi Rupiah Melemah ke Rp 17.590 terhadap Dolar AS Hari Ini

Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (11/9). Rupiah ditutup melemah 36 poin ke Rp 17.547 per dolar AS pada Kamis (10/9).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa rupiah hari ini  dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Kondisi itu membuat mata uang nasional cukup fluktuatif.

"Untuk perdagangan (11/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.540 - Rp.17.590," ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima Jumat (11/9).

Dalam paparannya, Ibrahim mengatakan bahwa sentimen eksternal datang dari data ekonomi Amerika Serikat (AS). Data itu penting bagi pelaku pasar untuk menilai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan depan.

Para pedagang bersiap menyambut rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS hari ini dan data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI). 

"Laporan-laporan ini dapat memberikan petunjuk mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuannya minggu depan untuk meredam tekanan harga," ujarnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memerkirakan peluang sekitar 60 persen kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan depan. Prediksi ini membuat pelaku pasar waspada.

Dari dalam negeri, Ibrahim mengungkapkan rupiah juga terdampak risiko fiskal karena kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah telah isyaratkan anggaran negara masih aman, walaupun harga minyak tinggi harus diwaspadai.

"Tingginya harga minyak mentah memicu kekhawatiran utama pada beberapa sektor. Kenaikan harga minyak meningkatkan alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi, baik BBM maupun LPG," ucapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore