
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan melemah dan menguat pada perdagangan Senin (7/9), setelah sebelummya ditutup menguat 37 poin menjadi Rp 17.642 per dollar AS pada perdagangan Jumat (4/9).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri.
"Untuk perdagangan (7/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.640-Rp 17.690," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (7/9).
Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Memanasnya konflik terjadi setelah AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran, termasuk aset militer di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik yang paling dicermati pasar karena merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global. Pembatasan pelayaran di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah karena kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor energi. Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga dapat mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset safe haven, terutama dolar AS.
Selain geopolitik, arah kebijakan moneter AS masih menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah. Sebelumnya, pernyataan Gubernur The Federal Reserve Christopher Waller yang bernada dovish sempat memberikan sentimen positif bagi pasar karena membuka peluang penurunan suku bunga pada September.
Waller mengatakan dirinya melihat sejumlah tanda disinflasi dalam data terbaru. Namun, keputusan suku bunga pada September masih akan bergantung pada perkembangan inflasi Agustus.
Sentimen tersebut kemudian mendapat pembaruan setelah data ketenagakerjaan AS dirilis pada Jumat (4/9). Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 162.000 pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar sekitar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap berada di level 4,1 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
