Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 15.29 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau dan Gangguan Logistik pada Rupiah

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (8/9). Sebelumnya ditutup melemah tipis 2 poin menjadi Rp 17.640 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/9).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen luar dan dalam negeri.

"Untuk perdagangan (8/9) mata uang rupiah fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 17.640-Rp 17.680," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/9).

Menurut Ibrahim, pekan ini menjadi ujian fleksibilitas kebijakan moneter Indonesia. Tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan, tapi juga memastikan stimulus moneter tidak dibayar dengan volatilitas rupiah dan keluarnya modal asing.

“Kekhawatiran pasar masih membayangi terkait bencana alam, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam, 4 September hingga akhir pekan ini memang menimbulkan dampak sangat masif di sektor penerbangan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut menyebabkan penundaan dan pembatalan lebih dari 1.500 jadwal penerbangan di sedikitnya 8 bandara. Kondisi itu membuat sekitar 170.000 penumpang terhambat di berbagai lokasi.

Apalagi bencana alam terjadi serempak, termasuk pembakaran lahan gambut di Kalimantan dan sebagian Sumatera. Selain itu, mengeringnya Sungai Barito membuat transportasi batubara terhenti.

Kondisi ini menambah kompleksitas risiko ekonomi domestik dengan terbatasnya aktivitas transportasi dan potensi terganggunya rantai pasok.

Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati penanganan bencana sambil terus menghitung potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi. Terutama jika gangguan transportasi dan pembatasan aktivitas berlangsung lebih lama.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore